oleh

35 Persen Siswa di Sumenep Tidak Diizinkan Belajar Tatap Muka

Kabarmadura.id/SUMENEP-Penerapan uji coba sistem pembelajaran tatap muka di tiga sekolah di Sumenep tidaklah berjalan mulus. Sebab, dalam uji coba pembelajaran sesuai protokol Covid-19 itu, tidak semua siswa bisa masuk sekolah lantaran tidak diberi izin orangtua.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, berdasarkan laporan dari masing-masing sekolah, rata-rata sekitar 30-35 persen yang tidak masuk sekolah. Sehingga, target yang ditentukan di masing-masing kelas berkurang.

“Ya, di semua sekolah yang diujicobakan tatap muka, ada sebagian siswa dan siswi yang tidak masuk sekolah karena tidak diizinkan orang tuanya,” katanya, Senin (24/08/2020).

Kendati demikian, hal tersebut tidak menjadi kendala yang sangat besar. Sebab, hanya beberapa siswa yang tidak hadir pada saat tatap muka jika dibandingkan dengan banyaknya siswa.

Tercatat, ada sebanyak 2.729 yang dipastikan dapat melakukan tatap muka di tiga sekolah tersebut, sedangkan sisanya tidak diizinkan orangtuanya.

“Meski tidak diizinkan orangtua juga tidak apa-apa,” ujarnya.

Dia berharap, siswa yang tidak diizinkan orangtuanya tetap belajar dengan tekun. Terlebih, jika diizinkan di pertemuan selanjutnya akan lebih baik.

“Semoga pembelajaran tatap muka tetap berlanjut,” ujarnya.

Tiga sekolah tersebut antara lain SMA Negeri 1 Sumenep, SMK Negeri 1 Sumenep, dan SLB Negeri 1 Saronggi.

Jumlah siswa di SMAN 1 Sumenep sebanyak 1.050. Setiap hari, jumlah siswa yang  masuk hanya 25 persen dari total jumlah siswanya, sehingga yang masuk setiap hari sebanyak 265 siswa.

Jumlah rombongan belajar (rombel) tidak dipenuhi, termasuk tidak semua kelas digunakan. Dari 30 unit kelas yang dimiliki SMAN 1 Sumenep, hanya 20 kelas yang dipakai.  Untuk kelas X, XI, masing-masing rombel diisi 12 siswa. Sedangkan kelas XII, diisi 18 siswa.

Sedangkan untuk SLB Negeri 1 Saronggi memiliki 77, dengan penerapan 25 persen tersebut, setiap hari hanya 18 siswa yang masuk, 15 siswa tunarungu dan tunagrahita pada hari Senin, lalu  3 siswa tunanetra dihari Kamis.

SMKN 1 Sumenep memiliki 1.602 siswa, yang akan masuk setiap hari sebanyak 405 siswa. Sedangkan kelas yang digunakan 53 unit, masing-masing berisi 15 hingga 17 siswa.

Ketiga kepala sekolah tersebut mengaku sudah memberikan informasi pada semua wali murid mengenai pembelajaran tatap muka tersebut.

“Jika ada yang tidak masuk hari ini, berarti siswa itu tidak diizinkan orangtuanya,” kata Kepala SMKN 1 Sumenep Zainul Sahari. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed