oleh

373 Huffadz Tak Lulus Seleksi

Butuh Sinergi Pemerintah-Orang Tua Maksimalkan Potensi Huffadz

KM/IMAM MAHDI-TAUFIQ HASYIM: KETUA PCNU Pamekasan.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Kuota program pemberian tunjangan kehormatan Huffadz tahun 2019 di Pamekasan tak terpenuhi. Dari total kuota 115 Huffadz yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pamekasan hanya diwakili sebanyak 29 Huffadz, dari total 402 Huffadz yang ada di wilayah gerbang salam.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan KH. Taufik Hasyim menyampaikan, banyaknya hafidz-hafidzoh yang berguguran pada seleksi yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur, disebabkan beberapa hal. Salah satu di antaranya adalah faktor kesadaran orang tua.

Menurutnya, peran dan dukungan orang tua pada seorang anak yang ingin menghafal al-Qur’an perlu ditingkatkan. Sebab, peran orang tua merupakan langkah awal untuk menuntun seorang anak dalam melakukan pendidikan huffadz.

Selain itu, keterbatasan ekonomi orang tua juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seorang anak tidak fokus belajar menghafal al-Qur’an, khususnya di pondok pesantren.

“Kesadaran orang tua menjadi langkah utama untuk menyadarkan anaknya dalam memahami pentingnya menghafal al-qur’an,” katanya selasa (14/5)

Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Anom Pamekasan itu menambahkan, selain peran orang tua, keterlibatan pemerintah dalam memperhatikan para huffadz juga harus ditingkatkan. Sebab menurutnya, sejauh ini upaya pemerintah untuk memberdayakan para pecinta al-qur’an belum terlihat maksimal.

Harusnya menurut kiai muda itu, harus ada sinergi, antara kesadaran orang tua yang ingin menuntun anaknya menjadi seorang hafidz, harus dibarengi dengan peran pemerintah berupa fasilitas beasiswa khusus untuk huffadz, semisal bekerja sama dengan perguruan tinggi.

“Misalnya, para santri atau siswa yang mampu menghafal al-qur’an akan diberikan beasiswa selama kuliah hingga lulus,” terangnya.

Dilanjutkan Taufiq Hasyim, sejauh ini peran tokoh agama dalam mendampingi anak yang bisa menghafal al-qur’an sudah cukup maksimal. Bahkan di PCNU program tahfidz menjadi salah satu program unggulan, termasuk sejumlah pondok pesantren yang sudah memiliki program khusus tahfidz.

Semisal, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pondok Pesantren An-Nasyiin Grujugan, Larangan. Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan, Pondok Pesantren Al-Mujtama Plakpak, serta Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet.

“Disitulah dibutuhkan peran dalam mendidik para santri yang ingin menjadi hafidz atau hafidzah,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur mengatakan, pendidikan agama merupakan tombak jalannya ilmu, terutama mengenai huffadz. Menurutnya, huffadz  itu adalah lumbung bekal akhirat yang kekal nanti. Oleh sebab itu kesadaran pemerintah untuk memfasilitasi para huffadz harus ditingkatkan.

“Semua pihak keluarga, kiai, guru, serta pemerintah harus bersinergi dan saling mendukung program peningkatan potensi huffadz,” tandasnya. (km45/pin)

Komentar

News Feed