oleh

Kabarmadura.id-Madura United sempat berada di tren negatif; lima pertandingan tidak pernah menang kala menjalani Liga 1 2018. Rekor buruk itu dimulai sejak kekalahan besar atas Persipura Jayapura enam gol tanpa balas di Stadion Mandala Jayapura.

Tren tersebut juga yang membuat Pelatih Madura United saat itu, Milomir Seslija, tidak kembali menangani tim yang berjuluk Laskar Sape Kerrab. Lalu, untuk sementara waktu ditangani Joko Susilo, selama kursi kepelatihan belum diisi.

Setelah jeda kompetisi Bulan Ramadan 2018, Madura United kembali mengikat Gomes de Oliviera sebagai pelatih. Mereka memulai kembali dengan pemusatan latihan di Pulau Bali selama sepekan lebih.

Alhasil, Madura United bisa bangkit dengan menghempaskan tamunya PSMS Medan 1-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, hari ini (8/7/2018), tepat dua tahun yang lalu.

Kala itu, gol kemenangan Madura United dibukukan striker asal Brasil Alberto de Paula, buah umpan matang dari gelandang asal Liberia Zah Rahan Krangar di menit 6.

Di samping mengehentikan tren negatif lima laga tanpa kemenangan, Madura United juga berhasil memutus selalu kebobolan di lima pertandingan terakhir. Satria Tama Hardian yang menjadi kiper saat itu sukses menjalankan tugasnya tanpa kebobolan.

“Memang tugas sangat berat iya. Kami semua harus bangkit kembali dari keterpurukan, dengan pola baru karena pelatih baru datang lagi. Tapi, Coach Gomes itu tidak asing; sudah paham kami. Kami juga paham yang diinginkan, jadi itu bisa bangkit,” ucap Satria Tama.

Di samping itu, kemenangan tersebut juga yang membuat tim yang berbasis di Pulau Garam ini terus konsisten berada di tren positif, hingga bertahan delapan pertandingan ke depan.

“Saya ingat betul juga, setelah kemenangan itu, semangat kami terus berkobar, kalau tidak salah menang dan menang terus. Kami tambah kuat lagi, punya kepercayaan diri lagi,” tandasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed