38 Wali Siswa Tagih Dana PIP 38 yang Lenyap di Masa Wabah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) PERLU DISELIDIKI: Para siswa yang tidak mendapat dana PIP periode November 2020 mulai bermunculan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Sebanyak 38 siswa di SDN Bancaran 2 dan 4 Bangkalan disebut  tidak menerima pencairan dana untuk Program Indonesia Pintar (PIP) pada periode pencairan November 2020.

Para siswa tersebut terdiri dari kelas 2 hingga kelas 6. Pada periode bulan tersebut memang tidak melakukan pembelajaran langsung tatap muka, karena masih dalam kondisi wabah Covid-19

Bacaan Lainnya

Salah satu wali siswa SDN Bancaran 2 dan 4, RM (inisial) menyampaikan, bahwa proses pencairan PIP pada masa wabah kian tertutup. Bahkan, hampir dari semua wali siswa tidak mendapatkan kabar mengenai proses pencairan di bank.

“Selama masa pandemi lalu, kami tidak dapat informasi pencairan sama sekali dari sekolah atau bank,” ungkap RM yang juga mengaku telah menghubungi 38 wali siswa yang diduga tidak menerima dana PIP di November 2020.

Bahkan pada November, sejumlah siswa hanya ditunjuk sebagai penerima PIP 2020. Tetapi kemudian tidak ada informasi lebih lanjut apakah memang ada proses pencairan atau tidak. RM tidak tahu alasannya, namun dia masih menunggu dana itu.

Namun Kepala SDN Bancaran 2 dan 4 Imam Muslich menepis mengenai laporan 38 siswa yang tidak menerima pencairan tersebut. Kata Muslich, semuanya menerima, karena sekolah tidak ikut campur mengenai pencairannya.

“Kami ini kan hanya penyalur, kalau ada pencairan kami hubungi walinya, kalau tidak ada, kami juga tidak tahu,” tuturnya.

Muslich menyampaikan, semua penerima PIP sudah tentu menerima dana sesuai dengan pencairan dari pemerintah pusat. Jika belum, berarti memang tidak ada pencairan. Sayangnya dia enggan menjawab mengenai pencairan di periode November 2020 dengan alasan lupa

Sedangkan menurut Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Dewi Ega, dalam pencairan dana PIP, semua sekolah sudah menyerahkan buku tabungan pada wali siswa. Sehingga jika ada laporan pencairan, sekolah akan meneruskan ke wali siswa untuk dicairkan ke Bank.

“Kalau sudah dicairkan di bank, sekolah tidak punya peranan lagi,” tutur Ega.

Ega juga menjelaskan mengenai nominal pencairan dana PIP yang berbeda. Hal itu disebut sesuai dengan edaran dari pemerintah pusat, yakni untuk kelas 1 dan 6 hanya Rp225.000. Sedangkan untuk kelas 2 hingga 5 SD, sebesar Rp450.000.

“Nominalnya memang beda, ini sudah sesuai dengan edaran Kementerian Pendidikan,” ulasnya.

Sedangkan mengenai adanya 38 siswa yang mengaku tidak mendapatkan pencairan pada November 2020 dan dalam masa wabah, Ega akan segera melakukan koordinasi dan komunikasi, sehingga masalah tersebut bisa segera selesai.

“Akan kami coba cari tahu, baik dari wali siswa atau juga kepala sekolah,” ulas Ega mengakhiri.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *