38 Warga Bangkalan Ditipu, Pelaku Berkedok Iming-Iming Bansos

  • Whatsapp
TEGA: Pelaku penipuan berkedok bantuan sosial berhasil memperdayai 36 warga Desa Labang, Kecamatan Labang.

KABARMADURA.ID;BANGKALAN-38 warga Desa Labang, Kecamatan Labang menjadi korban dalam aksi penipuan. Warga diminta membayar sejumlah uang, lalu diiming-imingi akan mendapatkan sejumlah uang selama beberapa bulan ke depan dan juga paket sembako dari pemerintah.

Salah satu pengakuan dari korban penipuan bernama Mutmainnah, penipuan tersebut bermula pada Rabu (11/8). Terduga pelaku yang diketahui berinisial F menawarkan bisnisnya melalui kerabat pacarnya yang juga berada di Desa Labang, yakni R (inisial).

“Si F ini awalnya tidak mengajak langsung, tapi melalui kakak pasangannya,” katanya.

Pelaku diduga memang memiliki hubungan lebih dengan adik R, yakni A, yang berdomisili di Kecamatan Socah. Untuk melakukan aksinya, R menyampaikan bahwa ada pendaftaran baru penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Untuk bisa mendaftar, warga diminta membayar uang pendaftaran sebesar Rp250.000 untuk satu orang. Dengan perjanjian uang pendaftaran, pasti akan dikembalikan setelah pengajuan diterima dan bakal dapat untung lebih besar.

Jika berhasil diterima, nantinya perempuan yang akrab disapa Mut tersebut akan mendapatkan paket sembako setiap bulan, dan akan mendapatkan uang Rp700 ribu setiap 3 bulan sekali.

“Karena untungnya lebih besar, banyak warga yang kemudian tertarik ikut,” ulasnya.

Bahkan kata Mut, ada warga yang mendaftar lebih dari satu, sebab, jika mendaftar lebih banyak, maka kesempatan mendapatkan keuntungan juga lebih besar. Warga dijanjikan sekitar dua pekan akan dikabari, tapi tidak ada kabar sampai sekarang.

Karena tidak kunjung mendapatkan kabar, Mut dan beberapa korban menanyakannya pada R, tapi nyatanya R juga mengatakan bahwa adiknya A juga ditipu dan pelaku berinisial F sudah pergi tanpa kabar. Sehingga dipastikan uang pendaftaran yang sudah diberikan juga turut dibawa oleh pelaku.

“Karena pelaku sudah pergi, maka yang menanggung kerugian para korban,” ulasnya.

Meski begitu, Mut mengaku tidak akan melaporkan kejadian penipuan tersebut kepada pihak kepolisian, mengingat R sudah mau bertanggung jawab dan mengganti uang masyarakat yang menjadi korban.

“Kami tidak akan lapor polisi, anggap saja kalah main, semoga yang lain juga tidak mudah menjadi korban selanjutnya,” pungkasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *