4.018 Data KPM Ditolak Kemensos, Pencairan BLT di Sampang Ditunda

  • Whatsapp
(FOTO: KM-JAMALUDDIN) DITUNDA: Pencairan BLT Kemensos untuk masyarakat Kabupaten Sampang ditunda lantaran dilakukan validasi ulang.

Kabarmadura.id/Sampang-Sejatinya Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, menjadwalkan pencairan bantuan langsung tunai (BLT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) pada minggu kemarin. Namun hal itu tertunda lantaran 4.018 data keluarga penerima manfaat (KPM) ditolak oleh Kemensos.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial Dinsos Sampang M. Nashrun mengatakan, penundaan penyaluran BLT Kemensos untuk masyarakat terdampak wabah Covid-19 itu, lantaran 4.018 dari 27.518 penerima bansos dinyatakan belum lolos verifikasi penerima manfaat di Kemensos.

Bacaan Lainnya

“Saat mengajukan hanya 23.500 data KPM yang dinyatakan valid oleh Kemensos RI,” katanya, saat dikonfirmasi, Minggu (10/5/2020).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, penyebab tidak validnya data tersebut dikarenakan adanya data kependudukan yang tidak jelas. Artinya lanjut dia, ada sebagian penerima yang masih menggunakan data kependudukan lama saat menyetor persyartan.

Kendati demikian, pihaknya mengaku akan tetap memperjuangkan 4.018 KPM yang disebut tidak valid tersebut, agar tetap mendapatkan bantuan sosial dampak wabah Covid-19.

“Yang tidak valid itu karena KTP lama yang disetorkan dan itu merupakan kesalahan dari masyarakat itu sendiri, sebab ketika disandingkan dengan data kependudukan yang di pusat jelas tidak valid, namun kami akan perjuangkan,” imbuhnya.

Selain itu M Nasrun mengatakan, sejatinya dalam minggu ini BLT Kemensos tersebut sudah bisa dicairkan. Namun, karena masih proses validasi ulang dan belum rampung maka pencairannya batal.

“Mungkin minggu depan cair, tapi tidak semua, yang jelas jika tahap pertama tidak bisa dicairkan maka bisa dicairkan bulan ke dua,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Alan Kaisan mengatakan, pihaknya selalu mengingatkan kepada pemerintah untuk menyajikan data sesuai fakta bukan analisa, apalagi karangan. Akibatnya, pencairan BLT Kemensos harus tertunda lantaran data yang dikirim tidak valid.

Dirinya menilai, selama ini Kabupaten Sampang dalam penyajian data, baik itu dalam hal kemiskinan, ekonomi, pertanian dan sebagainya, tidak memiliki data riil. Bahkan angka-angka yang disajikan semuanya hasil rekayasa. Imbasanya sangat berpengaruh terhadap rencana program kerja dan penganggaran.

“Saya tidak heran Kemensos tolak data KPM ini, karena memang selama ini data banyak yang amburadul,” pungkasnya. (mal/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *