4 Calon Sekda Segera Jalani Seleksi Kompetensi

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) BERUBAH: Bupati Bangkalan foto bersama dengam Forkopimda Bangkalan sebelum pensiun beberapa waktu lalu.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) untuk menjaring Sekretaris Daerah (Sekda) baru telah dilaksanakan. Kemarin, Jumat (13/3/2020) adalah pengumumam hasil seleksi administrasi. Totalnya dari 15 hari pembukaan pendaftaran calon sekda baru mulai tanggal 27 Februari hingga 12 Maret 2020, hanya ada 4 pendaftar.

Empat pendaftar tersebut yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Taufan Zairinsjah, Kepala Badan Pendapatam Daerah (Bapenda) Ismet Effendi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Puguh Santoso, dan Asisten Administrasi Sekretriat Bangkalan Ahmad Faju.

Menurut Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, jumlah minimal pendaftar agar bisa dilakukan lelang adalah empat orang. Sehingga, hal ini sudah memenuhi syarat untuk lelang, karena pendaftar sudah pada batas minimal. Sementara itu, proses seleksi kompetensi sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 Maret 2020 di Surabaya.

“Minimal pendaftar empat, jadi untuk bisa dilakukan lelang harus ada minimal empat orang. Kalau batas maksimalnya tidak ada,” ujarnya.

Saat ini Pj Sekda sekarang dijabat oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Setidjabudhi. Di mana salah satu kandidat tersebut akan menggantikannya yang 1 bulan lagi akan pensiun.

Ra Latif (sapaan akrabnya) mengatakan, seleksi sekda ini disegerakan karena sambil menunggu Pj Sekda sekarang yang akan pensiun. Ra Latif menyampaikan, pemilihan sekda ini akan ditargetkan selesai pada akhir bulan Maret.

“Kalau nanti tinggal 30 sudah selesai semua bisa langsung kita lantik. Atau kalau belum selesai masa transisi ini bisa Pj lagi. Kita lihat nanti,” terangnya.

Sedangkan persyaratan khusus apa yang harus dipenuh masing-masing calon pelamar, ia menyampaikan, tentunya harus sesuai dengan visi-misi dengannya dan wakil bupati. Serta, harus ada sinergisitas dengan kepemimpinannya.

“Harus totalitas, mampu bersinergi dan tentunya harus bebas narkoba,” tukasnya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *