4 Ribu UMKM di Bangkalan Perjuangkan BPUM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) PROGRAM PEMERINTAH: Tidak semua pengajuan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) di Bangkalan lolos pengajuan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Program bantuan produktif usaha mikro (BPUM) masih tersalurkan. Namun, dari ribuan pendaftar tidak semuanya bisa menikmati bantuan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Sebab, tidak semuanya UMKM kelengkapan administrasi terpenuhi.

Bahkan, di Kabupaten Bangkalan terdapat 40 pengajuan dari UMKM ditolak. Sebab, puluhan UMKM tersebut tercantum sebagai penerima pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari salah satu bank. Sedangkan, jumlah keseluruhan pengajuan BPUM mencapai 4 ribu UMKM. Dari jumlah tersebut, sekitar 470 pengajuan dikembalikan akibat kelengkapan administrasi.

Bacaan Lainnya

Sehingga, pelaku usaha harus memperbaiki atau melengkapi administrasi yang dinilai kuarang oleh Kementerian. Rata-rata, kesalahan data yang terjadi pada nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu susunan keluarga (KSK) ganda. Hal tersebut diungkapkan Kepala Diskop UM Bangkalan Iskandar Ahadiyat, Rabu (1/9/2021).

Menurutnya, dalam satu keluarga pengajuan tidak boleh lebih dari dua NIK yang diajukan. Sedangkan untuk penerima tahun ini, proses pencairannya sudah berjalan. Namun, masih menunggu informasi dari pihak bank penyalur. “Kami masih belum tahu berapa yang sudah cair dan belum, kami koordinasikan ke bank BRI dan BNI data yang sudah cair berapa. Kalau SK dari Kementerian katanya sudah cair,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, pencairan bukan dari instansi di daerah. Namun, langsung ditransfer ke bank penyalur. Sedangkan realisasi di tahun 2020, penerima bantuan mencapai 21 ribu pelaku UMKM dengan nominal bantuan sebesar Rp2,4 juta. Akan tetapi, tahun 2021 besaran bantuan berkurang menjadi Rp1,2 juta. Sebab, pengurangan nominal bantuan sesuai ketentuan Kementerian.

“Memang tahun ini ada penerima yang tahun 2020 kemarin mendapatkan, kembali melakukan pengajuan dan memperoleh kembali. Alasannya kami kurang tahu, karena dari Kementerian juga memperbolehkan itu. Tapi tahun 2021, kami prioritaskan yang belum menerima tahun kemarin,” tuturnya.

Terpisah, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, dengan adanya bantuan BPUM diharapkan UMKM bisa terbantu akibat wabah Covid-19. Bahkan, bantuan yang ditujukan selain menjadi modal usaha juga diharapkan menjadi stimulasi pemulihan ekonomi. Terutama, bagi para pelaku usaha mikro yang selama masa pandemi terdampak.

“Alhamdulillah, melalui data calon penerima yang diusulkan sampai saat ini sebanyak ribuan pelaku usaha mikro yang telah mendapatkan bantuan. Bantuan tersebut, disalurkan melalui Bank BRI dan BNI. Semoga bantuan ini, bisa memajukan sektor usaha mikro di Bangkalan,” harapnya.  (ina/ito)

Data Pengajuan BPUM Tahun 2021

  • 000 UMKM
    • 470 pengajuan dikembalikan
      • Administrasi tidak lengkap
      • Kesalahan data NIK dan KSK
    • 40 UMKM ditolak
      • Tercantum sebagai penerima KUR
    • 21 ribu UMKM di tahun 2020
      • Setiap UMKM menerima Rp2,4 juta
    • Tahun 2021 ada pengurangan nominal bantuan dari Kementerian
      • Setiap UMKM menerima Rp1,2 juta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *