40 Persen Pelaku UMKM di Sumenep Terdampak PPKM Level 4

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERDAMPAK: Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)Level 4 menyebabkan perekonomian warga semakin lesu.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Keputusan pemerintah pusat untuk memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diperkirakan akan berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat bawah. Seperti halnya 60.800 pelaku usaha mikro di Sumenep yang merasakan langsung dampak kebijakan tersebut. Jumlah tersebut 40 persen dari total pelaku usaha mikro yang ada di Kota Keris.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sumenep Sustono menyampaikan, wabah Covid-19 berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat Sumenep. Dari 152.000 ribu pelaku usaha mikro di Sumenep, yang terdampak sekitar 60.800 pelaku usaha. Tidak sedikit pula omzetnya yang menurun drastis.

Bacaan Lainnya

“Jadi, PPKM Level 4 juga berdampak pada perekonomian di Sumenep,” katanya, Senin (26/7/2021)

Sustono menambahkan, Salah satu pelaku usaha yang paling terpukul akibat mewabahnya Covid-19 adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, saat ini, banyak dari pelaku UMKM yang terpaksa harus gulung tikar lantaran tidak adanya sepi pembeli.

“Ada sebanyak 40 persen pelaku UMKM yang mengaku bahwa naiknya harga bahan baku menjadi faktor utamanya serta tidak adanya pembeli,” ujar dia.

Selain itu, ia mengungkapkan, faktor pendukung yang membuat pelaku UMKM kesulitan menjual produknya yaitu jumlah pelanggan yang berkurang, kesulitan dalam mendapatkan modal usaha, tidak bisa menerima pelanggan di tempat, dan pembatasan jam operasional.

“Kami harap masyarakat tidak mengeluh berlebihan, namun diimbangi dengan terus berjuang,” tukas dia.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menuturkan, pelaku usaha mikro di masa PPKM Level 4 memerlukan perhatian dan bantuan pemerintah.

“Pemerintah bukan hanya memberlakukan PPKM Level 4. Tetapi wajib diimbangi dengan pemberian bantuan kepada masyarakat. Utamamya, bagi pelaku usaha mikro,” pungkasnya. (imd/maf)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *