400 Orang Penerima KPM Mengundurkan Diri Setelah Dipasangi Label

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) MERASA MALU: SDM pendamping PKH saat melakukan labelisasi pada sejumlah rumah KPM.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Sebagaimana diinstruksikan pemerintah pusat, kegiatan labelisasi bagi keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) dengan menempeli label stiker di rumah KPM telah dilakukan sejak (21/12/2020) lalu.

Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Pamekasan, Lukman Hakim menuturkan, total jumlah rumah KPM yang akan dilabelisasi yaitu sebanyak 112.023 rumah yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Dampak program labelisasi tersebut, sebanyak kurang lebih 400 orang mengundurkan diri sebagai KPM karena sadar dan malu setelah rumahnya dipasangi label KPM. Mereka merasa sudah tidak layak dianggap keluarga miskin yang harus menerima bantuan.

“Pemasangan label menimbulkan dampak positif, yakni sebagian KPM PKH dan BPNT yang sudah mampu telah sadar dan mengundurkan diri, jumlahnya sekitar 400 KPM,” ungkapnya.

Menurutnya, program labelisasi merupakan instrumen atau strategi untuk mengurangi angka kemiskinan. Selain itu, program labelisasi bertujuan untuk update dan transparansi data bantuan sosial (bansos), khususnya KPM PKH dan BPNT.

Kegiatan tersebut diharapkan menciptakan validitas data bansos dan menyadarkan  masyarakat yang terdaftar KPM dan sudah memiliki kemampuan ekonomi, agar keluar dengan sendirinya dari kepesertaan tanpa harus dipaksa.

Sementara itu, progres kegiatan labelisasi tersebut hingga saat ini baru mencapai 85 persen. Pihaknya menargetkan, pada akhir bulan Januari ini pemasangan label sudah tuntas 100 persen. Pihaknya juga meminta KPM agar tidak mencopot label dipasang petugas.

“Apabila label tersebut dirusak atau dicopot, maka akan dikeluarkan dari kepesertaan,” tegasnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin menilai positif mundurnya sejumlah KPM dari kepesertaan. Sebab menurutnya, hal itu menggambarkan masyarakat Pamekasan masih memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesama.

“Mundurnya sejumlah KPM adalah hal positif. Karena dengan begitu, bansos yang harusnya diberikan kepada mereka, bisa dialihkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Itu artinya, rasa empati masyarakat Pamekasan masih tinggi,” ujar Ketua GP Ansor Pamekasan tersebut. (ali/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *