oleh

480 Penerima BST di Sampang Dihapus Tanpa Alasan

Kabarmadura.id/SAMPANG-Tercatat 480 data penerima bantuan sosial tunai (BST) di Sampang Kementerian Sosial (Kemensos). Data itu dihapus pada proses pencairan tahap 6. Alasan penghapusan tersebut dilatarbelakangi masalah data yang tidak valid.

Prediksi penghapusan tersebut lantaran data tidak valid, karena Kemensos sudah menyediakan anggaran terlebih dahulu sebelum menyalurkannya. Selain itu, Kemensos rutin menyaring data penerima. Seperti penerima yang menerima bantuan lain, juga terjadi penghapusan.

Jumlah penghapusan di  setiap kecamatan bervariasi. Karena alasan pengahapusan tersebut tidak diketahui secara pasti, pihaknya mengaku merekap semua pertanyaan dari penerima tentang alasan penghapusan itu, sehingga nanti akan dilaporkan ke Kemensos.

“Sudah 480 penerima BST yang dihapus, dilakukan petugas dari Kemensos. Jumlahnya tersebar di 14 kecamatan,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial Dinsos Sampang, M. Nashrun, Senin (21/9/2020).

Kendati demikian, BST untuk tahap 6 ini merupakan bantuan perluasan. Sebab, BST ini sebelumnya hanya tiga bulan, karena diperluas akhirnya menjadi 9 bulan. Nominalnya saja yang berbeda, sebab di tahap 1,2 dan 3 sebesar Rp600 ribu, saat ini hanya Rp300 ribu.

Sementara Buradi mengungkapkan, di Kecamatan Camplong kurang lebih 100 penerima BST yang dihapus. Menurut warga Kecamatan Camplong itu, hal ini perlu klarifikasi dari Dinsos Sampang, karena banyak pertanyaan dari masyarakat terkait alasan penghapusan tersebut.

Dia juga meminta, jika data yang sudah terhapus tersebut masih bisa diperbaiki, segera lakukan, karena dampaknya besar pada masyarakat. Terlebih, saat ini banyak bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah, namun tidak semua tersalurkan secara murni dan tepat sasaran pada masyarakat.

Dia kecewa, karena tidak ada pemberitahuan jika akan dihapus. Sebab, masyarakat datang untuk mencairkan namun, namun justru tidak bisa.

“Pertama saya menunggu jawaban pasti dari Dinsos ini terkait penghapusan itu, kedua, Dinsos harus memperbaiki. Sebab ini sudah kelalaian Dinsos terkait data yang tidak valid,” singkatnya. (mal/waw)

Komentar

News Feed