oleh

Dinkes Sumenep Sebut Realisasi Alkes ke Puskesmas Terganjal Berkas

KABARMADURA.ID, Sumenep – Kebutuhan alat kesehatan (Alkes) mulai direalisasikan. Namun, realisasi tersebut tidak menyeluruh. Salah satu indikasinya, terganjal beberapa kendala. Seperti, berkas puskesmas yang tidak kunjung selesai. Hal ini diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Moh. Nur Insan, Selasa (03/11/2020).

Menurutnya, dari 30 puskesmas yang ada, masih terealisasi 5 puskesmas. Salah satunya di Puskesmas Bluto dengan pengadaan alat unit gawat darurat (UGD), Peragaan akan mendapatkan alat UGD, Manding alat laboratorium dan UGD, dan Puskesmas Rubaru akan memperoleh alat UGD dan alat sterilisator.

“Realisasi tersebut tergantung kebutuhan di puskesmas, serta disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujarnya.

Dia menjelaskan, anggaran secara keseluruhan pengadaan alkes mencapai Rp2 miliar. Namun hanya lima puskesmas yang memperoleh dana tersebut. Sebab tidak semua puskesmas saat ini mendapatkan alkes.

Kekurangan alkes di puskesmas pasti sudah terekam oleh pemerintah pusat, dengan adanya Aplikasi Sarana dan Prasarana Alat Kesehatan (ASPAK). Dengan demikian, nantinya akan terpenuhi.  Tetapi, menunggu waktu yang tepat yakni adanya anggaran yang memadai.

“Aspak akan terus update hingga kebutuhan di puskesmas benar-benar terpenuhi. Pengadaan alat tersebut dipihak ketigakan menggunakan sistem e-katalog. Harga pembelian produk dipatok pemerintah pusat,” tukasnya.

Sebelumnya, Kadinkes Sumenep, Agus Mulyono mengatakan realisasi pengadaan alkes saat ini sudah berjalan. Bahkan pengadaan barangnya sudah terwujud. Misalnya, antropometri kit y dan alat kesehatan lainnya. (imd/ito)

Komentar

News Feed