oleh

Banyak Nama Jalan tanpa Kandungan Makna:

Mantan Wabup Usulkan Nama Pahlawan Lokal Jadi Nama Jalan

Kabarmadura.id/PAMEKASAN– Peringatan hari pahlawan pada 10 November kemarin, tidak hanya menumbuhkan semangat juang bagi seluruh pihak tetapi juga melahirkan sejumlah koreksi dari sejumlah tokoh di Madura.

Selain munculnya usulan para pimpinan perguruan tinggi di Madura untuk menjadikan KH. Mohammad Kholil Bangkalan sebagai pahlawan nasional belakangan ini, nama-nama jalan di Kabupaten Pamekasan juga menjadi sorotan.

Di antaranya datang dari Mantan Wakil Bupati Pamekasan yang kini menjabat Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Pamekasan Kadarisman Sastrowardoyo, pria yang dikenal sebagai sejarawan tersebut menilai terdapat sejumlah nama jalan di Pamekasan yang tidak mengandung arti apa-apa.

Dia menyebutkan seperti Jalan Bahagia, Jalan Jingga, Jalan Kamboja dan masih banyak lagi lainnya. Menurutnya, lebih baik jalan-jalan semacam itu menggunakan nama pahlawan lokal seperti Jalan Sersan Mesrul dan Jalan Cokroatmojo.

“Lebih baik kan menggunakan nama pahlawan yang lain seperti Rahmat Saleh, M. Tabrani dan Sunarto Hadiwijoyo,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak nama-nama pahlawan lokal yang belum terabadikan menjadi nama jalan. Di antaranya yaitu Rahmat Saleh yang memiliki jasa besar terhadap pembangunan monumen arek lancor di Kabupaten Pamekasan.

Selain itu juga terdapat pahlawan lokal yang belum terabadikan yaitu Sunarto Hadiwijoyo dan M. Tabrani. Mereka memiliki jasa yang tidak boleh dilupakan oleh generasi bangsa dalam upaya mengusir penjajah dari bumi gerbang salam.

Sementara menurutnya, hanya segelintir pahlawan nasional dan pahlawan lokal yang namanya diabadikan menjadi nama pahlawan. Di antaranya yaitu KH. Wahid Hasyim sebagai pahlawan nasional. Kartini, dan Selamet Riyadi.

Di Pamekasan sendiri, banyak nama jalan yang diambil dari nama tokoh Pamekasan meski bukan merupakan pahlawan nasional, di antaranya yaitu RA Abdul Aziz sebagai Bupati Pamekasan yang jasanya di bidang pendidikan dirasakan hingga saat ini.

Yaitu dengan membangun sekolah SMP yang saat ini bernama SMPN 1 Pamekasan. Dia membangun sekolah tersebut menggunakan uang pribadinya dan membayar tenaga pengajar juga menggunakan uang pribadinya. Hal itu demi pendidikan masyarakat Pamekasan.

Sementara ada juga nama jalan yang diambil dari tokoh legenda seperti Jokotole, Trunojoyo dan ada yang diambil dari nama kerajaan yaitu Brawijaya. Trunojoyo sendiri merupakan legenda asal Kabupaten Sampang, sementara Jokotole legenda asal Sumenep.

“Mudah-mudahan pemerintah dapat mempertimbangkan hal ini, agar generasi muda tahu siapa saja pejuang di Kabupaten Pamekasan,” harapnya. (ali/bri)

Komentar

News Feed