oleh

Jadikan Peran Tokoh Agama Sebagai Pahlawan, Banyak Nama Jalan di Bangkalan Diambilkan dari Kiai:

Kabarmadura.id/BANGKALAN– Bangkalan terkenal dengan kota dzikir dan sholawat. Selain itu, Bangkalan juga terkenal dengan adatnya yang religi dan agamis. Tak heran jika banyak tokoh ulama atau kiai dijadikan pahlawan. Bahkan, untuk mengabadikan jasa mereka nama-nama tokoh agama ini dijadikan sebagai nama jalan. 

Seperti jalan KH Moh Toha, jalan KH Marzuki, jalan KH Moh. Kholil dan masih banyak lagi jalan yang diberikan nama tokoh pahlawan. Pegiat Seni dan Budaya Bangkalan M. Helmy Prasetya mengatakan, hal tersebut merupakan bentuk apresiasi masyarakat atau pemerintah kepada peran-peran beliau yang dianggap pahlawan diwujudkan dengan bentuk nama jalan adalah sebuah langkah keabadian yang layak. 

“Bukan tanpa alasan, seperti nama-nama tokoh-tokoh yang berangkat dari lingkungan agama,” katanya. 

Banyaknya tokoh ulama atau kiai yang dijadikan nama jalan di Bangkalan punya sejarah perjuangan masing-masing. Namun secara umum, katanya, nama Kyai atau tokoh agama itu diambil biasanya berkaitan dengan nama tempat di mana tokoh itu mendirikan pondok pesantren. Seperti KH Kholil di Demangan, KH Moh Yasin di Tarogan, dan lainnya juga demikian.

Lebih lanjut, sebenarnya tidak hanya nama tokoh agama saja yang dijadikan nama jalan di Bangkalan. Katanya, seperti tokoh pahlawan perjuangan dari militer juga banyak. Seperti jalan Letnan Abdullah, Letnan Sunarto, Letnan Mestu, Letnan Singsasro, dll.

“Tapi jika demikian adanya, realitanya memang benar. Artinya, seharusnya tokoh-tokoh agama ditetapkan menjadi nama-nama jalan. Pandangan Madura atau secara khusus Bangkalan, yang dikenal agamis, bisa dibuktikan dari hal itu,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, misalnya yang sudah sah menjadi nama jalan seperti yang disebutkan di atas. Katanya, hal tersebut merupakan salah satu cara yang mungkin hari ini masih menjadi langkah terbaik.

“Walau semestinya harus ada yang lebih dari ini,” tuturnya. 

Maksudnya, Helmy menjelaskan, semestinya harus ada sebuah langkah keabadian yang nyata. Bukan hanya menjadi nama jalan dan bukan hanya soal agar orang-orang tahu dan kenal. Sebab tokoh seperti Mbah Cholil misalnya, siapa yang tak kenal beliau. 

“Tapi lebih pada bagaimana jasa-jasa beliau tetap terasa berada di tengah-tengah masyarakat agar tetap hidup bersama masyarakat, sampai kapan saja,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Moh. Mohni menuturkan, salam momentum hari pahlawan, peringatan hari pahlawan ini, tidak hanya terjadi pada 10 November saja. Namun, harus dikenang sepanjang masa. Namun, sesuai dengan tema tahun ini yakni pahlawanku sepanjang masa.

Ia juga berharap, adanya perjuangan para pahlawan ini dapat menginspirasi dan memotivasi untuk menjadi lebih semangat. Melawan kemiskinan, bencana alam, narkoba, paham radikal bahkan wabah Covid-19 yang melanda dunia. 

Dalam kesempatan itu, Mohni juga mengungkapkan, bahwa di masa kepemimpinannya bersama Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron, hingga saat ini masih banyak yang perlu diperjuangkan. 

Selain menjadikan nama tokoh sebagai nama jalan di Bangkalan, saat ini pihak pemerintah Kabupaten Bangkalan sedang mengusahakan agar Syaikhona Kholil sebagai tokoh pahlawan nasional. Bukan hanya sebagai tokoh agama dari Madura. 

“Apalagi saat ini banyak kegiatan yang tidak terlaksana karena kondisi wabah Covid-19,” tukasnya. (ina) 

Komentar

News Feed