5 Tahun Berlalu, Penembakan Anggota DPRD Jatim Belum Terungkap

  • Whatsapp
(KM/MATHUR) TAK SELESAI: Mantan Aktivis Bangkalan yang jadi DPRD Jatim

Kabarmadura.id/Bangkalan-Penembakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Mathur Husyairi 5 tahun silam belum terkuak. Tepatnya, Hari ini, Selasa dini hari, 20 Januari 2015 lalu peristiwa penembakan itu dialami oleh lelaki yang juga aktivis Bangkalan Mathur Husyairi.

Mathur ditembak di depan rumahnya oleh orang tak dikenal setelah bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat di Bangkalan yang berlangsung hingga Senin tengah malam. Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya akan mendalami sejauh mana progres dan kesulitan penyidik dalam pengungkapan kasus itu

“Saya belum tahu. Itu jadi PR untuk Kasatreskrim yang baru. Saya juga akan dalami sejauh mana progres penanganan yang sudah dilakukan dalam lima tahun terakhir ini,” katanya.

Selain itu, dirinya juga mengatakan, sepanjang kasus itu belum terungkap, maka dirinya berjanji bahwa hal tersebut menjadi kewajibannya untuk mengungkap.

“Sepanjang itu belum terungkap, maka menjadi kewajiban kita untuk mengungkap. Terimakasih sudah mengingatkan,” terangnya.

Di tempat terpisah, Mathur Husyairi merasa kecewa dengan kinerja kepolisian Bangkalan yang sudah 5 tahun belum bisa menguak kasus penembakan yang dialaminya.

“Jujur saya kecewa terhadap kinerja Polri (Polres dan Polda Jatim, red) karena gagal mengungkap kasus pidana tindak kekerasan terhadap semua aktivis di Bangkalan,” ungkapnha.

Masih menurut Mathur, dari 7 kasus yang ia  alami bersama rekan-rekan aktivisnya, hanya satu yang terungkap. Itu pun belum ada kejelasannya hingga sekarang. Adapun kasus lainnya menurut Mathur yang masih belum jelas mulai perusakan mobil Aliman,pembakaran mobilnya, pembacokan Fahrillah, Muzakki, Mahmudi, Musleh dan terakhir penembakan yang ia alami.

“Hanya kasus Musleh itu pun tak jelas bagaimana endingnya,” paparnya.

Ia menduga, tidak terungkapnya kasus tersebut diduga karena polres tidak serius untuk mengungkap masalah tersebut. Padahal, sebelunya Polres Bangkalan dapat mengungkap kasus pembunuhan dan pemerkosaa. Dirinya tetap merasa kecewa, pasalnya kasus kekerasan yang selama ini menimpa aktivis Bangkalan tak pernah diungkap.

“Kinerja yang wajib saya apresiasi ketika polres Bangkalan ungkap kasus pemerkosaan dan pembunuhan di pantai rongkang, tak ada saksi dan korban meninggal dunia (mati), polres sukses, giliran kasus kekerasan dan upaya pembunuhan mereka gagal,” tegasnya.

Mathur menyebut, kekerasan yang dialami para aktivis Bangkalan terlalu sering. Namun, Polri selalu gagal mengungkapnya. Selain menjadi preseden buruk ini, kejadiannya. Mathur mengungkapkan, juga menjadi shocktherapy bagi aktivis-aktivis yunior. Sebab, mereka pasti khawatir dan takut mengalami kejadian yang sama seperti yang ia alami.

“5 tahun berlalu kasus saya ini semakin kelam dan terlupakan. SP2HP tak pernah sy terima lagi.Kapolda Jatim jgn lupakan kasus saya. Itu kewajiban penyidik. Mungkin sudah dianggap tidak penting untuk diungkap,” pungkasnya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *