oleh

50 Lampu dan Battery Warning Flash Dicuri

Dishub Enggan Anggarkan Lagi

KABARMADURA.ID, SUMENEP-  Sejumlah lampu peringatan lalu lintas di jalan raya atau disebut warning flash yang dibangun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep  raib karena digondol pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berdasar catatan Dishub Sumenep, terdapat sebanyak 50 warning flash yang kehilangan battery sejak tahun 2019 lalu.  Akibat seringnya kehilangan tersebut, Dishub sempat tidak melakukan penganggaran untuk pengadaan warning flash tersebut. Imbasnya, lampu yang berfungsi untuk pengamanan pengendara tersebut, justru menjadikan jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Keselamatan Kerja Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Edy Purwanto mengatakan,  di tahun 2021 ini, pihaknya juga belum berani melakukan pengadaan warning flash, dengan alasan, karena banyaknya pencurian battery dan lampu.

“Kami tahun lalu anggarkan Rp100 juta untuk pengadaan warning falash. Namun tahun ini tidak dianggarkan. Selain banyak pencurian membuat Dishub enggan merencanakan lagi juga karena tidak ada anggaran. ,” katanya, Kamis (18/2/2021)

Pencurian batery dan lampu warning flash tersebut diakuinya sering terjadi di Kecamatan Saronggi, Bluto, Bahkan, di daerah perkotaan tepatnya di Jalan Raya Arya Wiraraja Gunggung  yang berlokasi di depan kantor dishub.

“Petugas khusus penjagaan tidak ada. Sehingga, perlu adanya tambahan anggaran untuk penjagaan Flashlight,” tegasnya.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumenep (DPRD) Akhmad Zainur Rakhman mengatakan, pengadaan Flashlight sangat penting dilakukan. Sebab, banyaknya kecelakaan yang sering terjadi diakibatkan tidak adanya tanda-tanda lampu. Sehingga, banyak yang menerobos jalan di perempatan maupun di pertigaan jalan.

“Dinas perhubungan harus intens melakukan perencanaan Flashlight,” ujarnya.

Politisi asal kepulauan itu menyarankan, pasca melakukan pengadaan Flashlight harus ada penjagaan. Dishub harus menggerakan khusus penjagaan, tujuannya, agar tidak terjadi kecolongan.

“Jika diusahakan, pasti ada jalan solusi solutif, ketimbang tidak diadakan oleh Dishub,” pungkasnya (imd/bri)

Komentar

News Feed