oleh

50 Persen Kasus Pidana di Bangkalan Didominasi Curas

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Kasus tindakan pidana atau kriminal di Bangkalan yang saat ini ditangani Kejaksaan Negeri Bangkalan hingga Juli 2020 tercatat mencapai 210 kasus. Jumlah tersebut tergolong tinggi, mengingat selama tahun 2019 lalu, penanganan kasus hukum yang ditangani Kejari Bangkalan mencapai 600 kasus.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Bangkalan Choirul Arifin menuturkan, untuk 2019 perkara yang masuk pada dirinya rata-rata sudah selesai semua.

“Semua kasus tahun 2019 sudah kami selesaikan semua. Sudah kami sidangkan semua,” ujarnya, Senin (20/7/2020).

Namun dia tidak menampik bahwa masih ada sebagian perkara yang dalam upaya hukum seperti banding atau kasasi dan kebanyakan dari kasus narkotika.

“Rata-rata sudah sidang semua, perkara yang Desembar saja sudah selesai semua,” terangnya.

Lebih lanjut Choirul menyampaikan, sebanyak 210 kasus yang masuk padanya didominasi perkara pencurian disertai kekerasan (curas). Namun dia belum merekapnya. Tetapi, kasus ini diperkirakan sebesar 50 persen atau 105 kasus.

“Sisanya 30 persen dari kasus persetubuhan dan pencabulan. 20 persennya kasus narkoba,” jelasnya. (ina/bri/waw)

Harapkan Masyarakat Ikut Mengawasi

(FOTO:KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) TEUKU RAHMATSYAH:Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan 

PAMEKASAN-Kasus penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya di Pamekasan menjadi kasus yang paling banyak ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan.

Kepala Kejari (Kajari) Pamekasan Teuku Rahmatsyah mengatakan, dari persidangan sepanjang tahun 2020, baik dilakukan secara langsung maupun secara daring saat wabahCovid-19, paling banyak adalah perkara narkotika.

“Kalau dilihat pelakunya, usia produktif, antara 23  sampai usia 40 tahun, yang paling dominan narkoba, kami tuntut maksimal, karena  dengan membuat jera, barangkali mengurangi pengguna, akan takut, kapok gitu,”ungkapnya, Senin (20/7/2020).

Untuk menekan lonjakan penyalahgunaan narkotika tersebut, menurutnya butuh kerjasama dari semua elemen masyarakat, termasuk pantauan orangtua kepada anaknya agar tidak terjerumus dengan mengkonsumsi barang haram itu.Selain itu, juga dari forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) diharapkan turut berupaya untuk menekan.

“Untukrangking kedua dalam kasus yang disidangkan adalah kasus pencurian,”ucapnya.

Priaasal Banda Aceh itu berharap, masyarakat terlibat aktif mengawasi, namun pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan layanan hukum secara profesional.

“Semakin banyak memberikan yang memberikan informasi semakin baik kepada kami, Harapan kami bisa memberikan pelayanan hukum, memberikan kepastian hukum, memberikan kemanfaatan hukum, bagi semua pencari keadilan,”pungkasnya. (rul/bri/waw)

Kasus Korupsi Paling Sita Perhatian

SUMENEP-Kasus yang menyita perhatian publik yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep di tahun 2020 ini ada dua kasus korupsi, yakni penyalahgunaan rekening kas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Ambunten dan Pembangunan Gedung Kesehatan Sumenep tahun anggaran 2014.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sumenep Herpin Hadad mengatakan, kasus korupsi di tahun 2019 mampu dituntaskan, hanya ada satu tunggakan karena ada upaya kasasi yang belum diputus. Kasus tersebut adalah perkara korupsi pembangunan Jalan Prancak Bragung. (imd/waw)

Komentar

News Feed