50 Persen Vaksinasi Dosis Pertama di Bangkalan Wajib Terealisasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) Sudiyo-Kepala Dinkes Bangkalan

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mulai menurunkan target vaksinasi terhadap warga. Sebab hingga saat ini belum ada perkembangan kenaikan vaksinasi warga di Bangkalan. Bahkan banyaknya warga yang enggan divaksin, juga menjadi penyebab penurunan target vaksinasi. Selain itu, status pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat masih berada di level III.

Sehingga diberlakukan penurunan target hingga 50 persen vaksinasi dosis pertama dari ketentuan awal target 785.123 jiwa. Sedangkan untuk target ketercapaian awal harus 70 persen. Namun saat ini dikurangi 20 persen dan menjadi 50 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo, Minggu (21/11/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, adanya penurunan 20 persen target vaksinasi tersebut harus selesai akhir tahun ini. Sehingga, kurang lebih waktu penyelesaian vaksinasi hanya sebulan untuk menyelesaikan 50 persen dari target 785.123 jiwa. Pihaknya tidak begitu optimis mampu menyelesaikan target vaksinasi sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Kalau mencapai 50 persen dalam akhir bulan ini, rasanya masih agak berat. Tapi kami akan mencoba. Mudah-mudahan, minimal di pertengahan Desember realisasi target 50 persen bisa tercapai,” ujarnya.

Saat ini capaian vaksinasi di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak masih sekitar 40 persen dosis pertama dengan vaksin harian sebanyak 3.321 jiwa per hari. Meski ada penurunan, akan tetap menarget sebanyak 70 persen. Sehingga diharapkan, masyarakat tidak mengentengkan untuk tetap menolak melakukan vaksinasi.

“Target tidak turun, per hari setidaknya satu kecamatan seribu warga di vaksin. Jadi setiap hari kami targetkan, harus 18 ribu vaksin di 18 kecamatan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bangkalan Mohammad Fahad mewanti-wanti agar masyarakat tidak lengah meski sudah divaksin. Harus tetap menjalankan protkes ketika beraktivitas demi menjaga diri, keluarga dan orang lain. Sebab vaksinasi merupakan proses di dalam tubuh, dimana seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit.

“Meski sudah divaksin, tetap menjalankan protkes, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak untuk mencegah penularan virus,” sarannya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *