oleh

50 Tahun Tekun Berniaga Emas “Asongan”

H. Amir Safiuddin Hantarkan Anaknya Jadi Orang Sukes

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Tekun, ulet, sabar dan jujur, menjadi prinsip H Amir Safiuddin dalam berniaga emas. Tak pelak, meski hanya bermodal lapak emas sederhana selama 50 tahun, pria paruh baya itu mampu menghantarkan anak-anaknya menjadi orang sukses.

Khoyrul Umam Syarif, Pamekasan

Kepada Kabar Madura, pria paruh baya kelahiran Pamekasan 07 April 1942 itu menceritakan, sudah menekuni niaga emas sejak tahun 1973. Dengan lapak yang sangat sederhana dirinya menawar dan membeli emas warga.

Dirinya mengaku, berniaga emas menjadi tempat mencari penghasilan untuk menafkahi seorang gadis yang baru dipersunting. Dia menyadari, rezeki itu akan diberikan oleh Allah ketika dirinya mau berusaha.

“Hasil penjualan kembali emas yang saya beli, digunakan untuk membiayai sekolah anak-anak hingga tuntas ke perguruan tinggi,” ungkapanya saat ditemui di lapak dagangannya, Selasa (13/10/2020).

Pria asal Desa Pagendingan, Kecamatan Galis itu mengaku, penghasilan yang diperoleh dari niaga emas setiap harinya tidak menentu. Kadang selama dua hari dirinya hanya mendapat untung Rp10 ribu, terkadang tidak sama sekali.

Namun dia percaya, bahwa takaran rezeki seseorang berasal dari sang kuasa, yang terpenting adalah berusaha semaksimal mungkin. Dia mengaku pasrah atas rezeki yang sudah ditaqdirkan kepadanya.

“Kadang saya tidak dapat apa-apa, tapi saya tetap istiqamah datang ke lapak karena saya sudah biasa keluar berjualan,” ulasnya

Kendati hanya berniaga emas miripnya pedagang asongan tanpa roko besar, dia sangat bersyukur karena dari tujuh anaknya, dua orang sudah bergelar doktor di bidang hukum dari hasil niaga emas yang ditekuni.

Bahkan, satu orang anaknya sudah menjadi kepala desa di tempat asalnya, yakni di Desa Pagendingan. Satu orang menjadi pengacara, satu orang sedang menempuh pendidikan strata 1, dan orang sedang menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren.

“Alhamdulillah kesabaran menekuni niaga emas ini bisa mengantarkan anak-anak saya menyelesaikan pendidikan hingga ke perguruan tinggi,” ungkapnya lirih.

Dia berpesan kepada orang yang sukses di setiap karirnya harus didasari dari sikap jujur, sikap amanah, sikap disiplin dan terus mengusahakan yang terbaik dari setiap pelayanan yang sedang menjadi profesinya.

“Harus sabar, rajin ibadah, harus jujur dalam setiap langkah yang dikerjakan,” pungkasnya. (pin)     

Komentar

News Feed