oleh

510 SD Tidak Memiliki Sertifikat Tanah

Kabarmadura.id/Bangkalan-Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan mengutarakan, sebanyak 510 sekolah dasar (SD) tidak memiliki sertifikat tanah. Hal tersebut karena banyak ahli waris yang belum menyerakan tanah kepada negara. Tidak adanya sertifikat tanah tersebut di samping akan berpotensi menimbulkan konflik, juga bisa menghambat dalam mendapatkan bantuan dari kemetrian pendidikan dan kebudayaan  (Kemendikbud).

Kabid Sekolah Dasar (SD)  DisdikBangkalan Moh Ya’kub menyatakan, banyaknya lahan tanah yang tidak memiliki sertifikat itu menjadi masalah ke depannya. Hal tersebut dikarenakan takut ada ahli waris yang mau menuntut haknya .

“Saya masih magusahakan agar semua SD memliki sertifikat tersendiri,” ungkapnya Rabu 12/02/2020

Yakub kembali menjelaskan mengurus sertifikat tanah tersebut tidak mudah karena membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan dalam 1 tahun pihaknya dapat menyelesaikan 1 sampai 3 sertifikat.  sekolah sedangkan biaya mengurus tanah tersebut cukup tinggi dan kami harus mngani permasalahan tersebut.

“Kami tetap upayakan sebanyak mungkin penggajuan asalkan persyaratan sudah cukup dan disetujui oleh pemilik tanah,” terangnya.

Di tempat yang berbeda kepala SDN Kemayoran 1 Nurhayati Eka mengungkapkan pentingnya sertifikat tanah tersebut. Sebab saat pengajuan bantuan renovasi sekolah, jika  lahannya belum menjadi milik pemerintah bahkan sewaktu waktu dikhawatirkan pemilik menuntut haknya, tentu akan sulit.

“Kalau lahan sekolah sudah menjadi milik pemerintah itu sudah enak dampaknya terhadap sekolah lebih berkembang,” terangnya.  (km50/pai)

Komentar

News Feed