52.000 Dosis Vaksin Lansia hanya Terpakai Empat Persennya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MELAYANI: Ketercapaian vaksinasi terhadap warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Bangkalan, masih jauh dari target ketersediaan dosis vaksin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Proses vaksinasi seluruh puskesmas di Kabupaten Bangkalan, masih menggunakan sistem acak. Sehingga, persentase ketercapaian vaksin masih terbilang rendah. Bahkan, untuk capaian vaksinasi terhadap masyarakat lanjut usia (lansia) masih 2.080 dosis atau 4 persen dari target 52.000 dosis vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengatakan, proses vaksinasi dilakukan secara acak, lantaran minat masyarakat untuk melakukan vaksin masih rendah. Sehingga, vaksin tidak dilakukan setiap hari. “Sistemnya memang acak, jadi didata dulu, nanti kalau sudah banyak baru divaksin,” ujarnya, Minggu (4/7/2021).

Bacaan Lainnya

Bahkan, jika dilakukan setiap hari cukup kesulitan untuk mendatangkan tenaga vaksinator. Sehingga harus bergiliran melalui sistem acak. Sedangkan, kendala minimnya vaksinasi lansia akibat banyak masyarakat tidak bisa datang ke lokasi suntik vaksin. Sedangkan, petugas juga sulit untuk datang ke setiap rumah. “Ini menjadi kendala kami. Sehingga, untuk lansia masih sedikit,” jelasnya.

Sudiyo berharap, agar warga Bangkalan yang sudah lansia agar mau di vaksin. Sebab, sudah memprioritaskan untuk lansia. Yakni, cukup datang ke puskesmas terdekat. “Jangan takut divaksin, karena ini dalam upaya meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh. Fakta di lapangan, masyarakat masih enggan untuk divaksin,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Burneh Syaiful Hidayat membenarkan, masih banyak warga yang tidak mau menerima vaksin. Bahkan, harus dijemput ke rumah masing-masing. Sejauh ini, justru kalangan muda lebih antusias untuk melakukan vaksin. “Kalau lansia, masih jarang dan sulit mau kalau divaksin,” responnya.

Padahal kata Syaiful, resiko penanganan pada lansia lebih rentan. Sebab, kondisi imun yang mulai melemah, apalagi jika memiliki riwayat penyakit lainnya. Sehingga, untuk lansia memang lebih diprioritaskan. “Saya juga seminggu dua kali baru melaksanakan vaksinasi, itupun jumlahnya terbatas, bahkan kadang yang daftar malah tidak hadir,” tukasnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *