55 Persen Lulusan Pelatihan Kerja di Sampang Tetap Menganggur

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) NGANGGUR: Mayoritas lulusan pelatihan tenaga kerja yang dilaksanakan Diskumnaker Sampang tetap menjadi pengangguran.

Kabarmadura.id/Sampang-Kendati setiap tahun menghasilkan ratusan lulusan, sejumlah paket pelatihan keterampilan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang belum terbukti menekan angka pengangguran, karena mayoritas lulusan tetap menganggur.

Berdasarkan data Diskumnaker Sampang, pada tahun 2019, jumlah lulusan pelatihan keterampilan kerja, meliputi pelatihan menjahit, servis, las listrik, rias pengantin dan semacamnya mencapai 276 orang.

Enam paket pelatihan bersumber dari APBD sebanyak 116 lulusan, dan 10 paket pelatihan dari APBN dengan jumlah lulusan 160 orang. Tetapi lulusan pelatihan yang sudah bekerja baru sekitar 45 persen.

Kepala Diskumnaker Sampang Suhartini Kaptiati yang dikonfirmasi melalui Kasi Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Lutfi berujar, salah satu tujuan digelarnya pelatihan keterampilan tenaga kerja itu, untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat dan menekan angka pengangguran di wilayah itu.

Para lulusan pelatihan tersebut, kata lutfi, dibekali pengetahuan dan keahlian serta memiliki sertifikat. Sayangnya tidak semua lulusan pelatihan bisa membuka usaha baru dan dapat diterima bekerja di perusahaan. Pasalnya para lulusan pelatihan tahun lalu, hingga kini mayoritas tetap menganggur.

“Lulusan pelatihan kerja tahun kemarin sebanyak 276 orang, tapi yang sudah bekerja di perusahaan dan membuka wirausaha baru seperti usaha menjahit dan las, baru sekitar 45 persen atau 120 orang sedangkan 55 persen atau sebanyak 156 lulusan lainnya masih tetap menganggur,” Kata Lutfi kepada Kabar Madura, Senin (23/3/2020).

Meskipun para lulusan pelatihan kerja banyak yang masih menganggur, Lutfi mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena jumlah perusahaan dan kesempatan kerja di Sampang sangat sedikit. Sedangkan para lulusan untuk membuka wirausaha baru, kebanyakan masih terkendala dengan permodalan.

Pihaknya mengaku terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada para lulusan pelatihan serta mencarikan lowongan pekerjaan. Pihaknya berharap setiap lulusan pelatihan kerja itu, dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menyerap tenaga kerja, khususnya warga sekitar. Sehingga bisa menekan angka pengangguran dan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

“Prinsipnya, kami terus aktif berkomunikasi dan lakukan pembinaan kepada para lulusan pelatihan ini, bahkan kami terus mendorong agar para lulusan membuka wirausaha baru,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang lulusan pelatihan kerja di Sampang Achmad berharap, pemkab bisa memfasilitasi para lulusan untuk mendapatkan modal usaha dan membantu akses pemasaran produk. Sebab dirinya untuk membuka usaha, yakni servis kendaraan terkendala modal. Dan atau dapat bisa difasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak.

“Kalau saya sebenarnya ingin sekali untuk membuka usaha, tapi modalnya yang tidak ada, apalagi cari pekerjaan yang layak sekarang ini sangat susah sekali,” singkatnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *