561 Hektare Gagal Panen,

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sampang-Ratusan hektare tanaman padi di wilayah Kabupaten Sampang mengalami kerusakan dan dipastikan gagal penen akibat kekeringan. Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Pertanian (Dispertan) setempat seolah tidak peduli dengan adanya petani yang mengalami gagal panen.

Berdasarakan Data yang dihimpun Kabar Madura dari Dispertan Sampang, luas tanaman padi pada musim tanam kedua yang terdampak kekeringan mencapai 896 hektare. Perinciannya, kategori rusak ringan sekitar 300 hektare dan tanaman gagal penen seluas 561 hektar yang tersebar di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Sampang, Torjun, Kedungdung, Jrengik, Tambelangan dan Sreseh.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispertan Sampang Suyono mengatakan, tanaman padi yang mengalami gagal panen saat kemarau akibat kekeringan merupakan kejadian rutin. Hampir setiap tahun ada tanaman yang gagal panen akibat kekurangan air, khususnya di daerah pertanian tadah hujan.

Meski demikian, pihaknya mengaku tidak menyediakan bantuan khusus. Pasalnya sebelum petani melakukan penamanan, instansinya beserta penyuluh pertanian sudah menghimbau para petani yang lokasi tanamannya jauh dari sumber air dan irigasi pertanian tidak agar melakukan penanaman, karena tingkat kegagalan lantaran kekurangan air sangat tinggi.

Selain itu, Suyono mengaku sudah mewanti-mewanti para petani, khususnya di daerah tadah hujan untuk mengikuti program asuransi usaha tani padi (AUTP). Hal itu sebagai antisipasi atau perlindungan kepada petani apabila terjadi gagal panen akibat kekeringan dan sebagainya. Namun mayoritas petani tidak mau ikut asuransi tersebut.

“Tanaman padi yang dipastikan gagal panen akibat kekeringan mencapai 561 hektar, kami tidak menyediakan bantuan bagi petani yang gagal panen ini,”ucap Suyono kepada Kabar Madura, Selasa (9/7).

Tidak mau disudutkan begitu saja, Suyono berkelit akan berupaya mengajukan bantuan bibit tanaman kepada Pemerintah Provinsi Jatim untuk disalurkan kepada petani yang gagal panen, karena instansinya tidak menyediakan bantuan bagi para petani yang mengalami gagal penen.

Lebih lanjut, Suyono menegaskan, upaya antisipasi terjadinya gagal panen akibat kekeringan di wilayah itu, sejatinya sudah dilakukan sejak awal, seperti penambahan saluran irigasi ke kawasan pertanian, menyalurkan bantuan sarana prasarana pertanian dan melakukan himbauan kepada petani untuk mengikuti program AUTP dan sebagainya.

“Saat ini, kami terus melakukan pendataan lebih lanjut terkait tanaman yang gagal panen akibat kekeringan, untuk diajukan mendapat bantuan bibit tanaman kepada Pemprov Jatim,” kelitnya. (sub/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *