60 Persen Kasda Pamekasan Tersimpan di Bank Jatim

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Bank Jawa Timur (Jatim) cabang Pamekasan memang bukan satu-satunya bank yang menjadi tempat penampungan dana kas daerah (kasda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, namun sekitar 60 persennnya, menggunakan bank milik masyarakat Jawa Timur ini.

Terdapat sejumlah bank lain juga menjadi kasda Pemkab Pamekasan, antara lain  Bank Rakyat Indonesi (BRI), Bank Mandiri, Bank Nasional Indenesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur (BPR Jatim).

Hanya saja, nominal kasda yang berada di Bank Jatim jauh lebih besar daripada lima bank tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Badan Keungan Daerah (BKD), Pamekasan, Moh. Sahrul, Senin (7/10) mengatakan, 40 persen kasda berada di lima bank pemerintah. Dana tersebut berbentuk deposito. Sedangkan sisanya, 60 persen dana Kasda berada di Bank Jatim.

Salah satu dasar menyimpan lebih banyak di bank yang berlokasi di sebelah pojok taman Arek Lancor (Arlan) itu, karena Pemkab Pamekasan termasuk penanam sahamnya.

“Bank Jatim ini merupakan salah satu sahamnya pemkab, jadi wajar-wajar saja mayoritas dana kasda kami simpan di bank tersebut. Artinya, bank itu (Jatim red) milik kita sendiri,” ujarnya.

Sahrul menegaskan, selain saham yang menjadi bahan pertimbangan, pelayanan di bank tersebut juga terbilang memenuhi keinginan pemerintah. Yakni, seiring berjalannya pemberlakuan nontunai.

“Digitalisasi ini perlu dioptimalkan. Kalau nontunai ini diterapkan, maka secara otomatis mampu mencegah kebocoran. Kemudian pembayaran akan terdeteksi dengan mudah. Jadi uang dibayarkan ke mana, ketahuan tidak seperti tunai. Intinya kami dorong peningktan pelaynan Bank Jatim,” tegasnya.

Bahkan, untuk melakukan pencairan, masyarakat tidak perlu datang ke bank. Akan tetapi bisa dilakukan di luar bank melalui sistem digitalisasi. Menurutnya, digitalisasi di Bank Jatim merupkan anjuran dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Pembayaran nontunai ini memang masuk pendapatan dan pengeluaran yang bisa dipantau langsung. Intinya, wajar mayoritas kasda ada di Bank Jatim, karena saham kami sendiri,” tukasnya. (ito/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *