oleh

63 JCH di Sampang Enggan Lunasi BPIH

Kabarmadura.id/Sampang-Pembatalan pemberangkatan jamaah haji Indonesia akibat wabah Covid-19, berakibat pada rendahnya minat masyarakat untuk melunasi biaya pemberangkatan ibadah haji (BPIH) tahun 2020. Sedikitnya, ada 63 dari 485 jamaah calon haji (JCH) di Kabupaten Sampang yang enggan melunasi BPIH.

Kepala Seksi Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Sampang Fathor Rahman mengatakan, JCH yang diperioritaskan untuk berangkat tahun depan hanya 391, sebab jumlah itu sudah sesuai estimasi pelunasan tahun 2020.

Ditambahkannya, dari jumlah 485 JCH terdapat 63 yang sampai saat ini tidak melunasi BPIH. Adapun faktor penyebab JCH enggan melunasi BPIH lantaran himpitan ekonomi akibat wabah Covid-19.

“Yang melunasi 391 JCH, jumlah ini yang akan diprioritaskan pada pemberangkatan tahun 2021,” ungkapnya, Senin (20/7/2020).

Dijelasakannya, 63 JCH yang tidak melunasi estimasi pelunasan tahun 2020 ini tidak bisa diberangkatkan tahun 2021. Namun pihaknya berharap semua JCH agar bersabar atas musibah yang mengakibatkan pemberangkatan haji ditiadakan.

“Sesuai keputusan Menteri Agama RI No 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji pada 1441 Hijriah atau 2020 Masehi, seluruh JCH se-Indonesia ditunda keberangkatannya tahun depan karena adanya wabah Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, JCH Asal Sampang Nurul Fadlikah mengatakan, sebenarnya dia merasa kaget saat ada peraturan larangan haji. Sebab dirinya mengaku akan berangkat pada 18 Maret kemarin. Cuma karena ada wabah Covid-19 pemberangkatan itu dibatalkan.

“Beruntungnya uang yang masuk tidak hilang dan Alhamdulillah nanti kami diperioritaskan untuk berangkat ditahun depan,” singkatnya. (mal/pin)

 

Komentar

News Feed