66 Desa di 11 Kecamatan di Sampang Terdampak Kekeringan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MINIM AIR: Kemarau panjang mengakibatkan puluhan desa di Sampang mengalami kekeringan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Bencana kekeringan mulai dirasakan warga di belasan kecamatan Kabupaten Bangkalan. Dari 14 kecamatan, hanya tiga daerah yang terlepas dari kekurangan air bersih. Sedangkan, 11 kecamatan dilanda kekeringan dengan jumlah wilayah terdampak sebanyak 66 desa. Bahkan, tiga kecamatan kondisinya lebih memprihatinkan.

Masing-masing, Kecamatan Ketapang, Camplong dan Omben. Sedangkan, sembilan kecamatan lainnya masih mengalami kering biasa. Hingga saat ini, bencana tersebut belum bisa diatasi. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Asroni, Senin (24/8/2021).

Dia mengaku,  sudah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah camat untuk mensinkronkan data kekeringan. Sebab, bencana kekeringan kerap kali terjadi setiap tahun. Bahkan, setiap tahun dilakukan penganggaran khusus untuk menyuplai air bersih ke wilayah terdampak. “Saya belum mengklasifikasi secara pasti. Namun, setiap wilayah yang mengalami kekeringan kami data dan kami droping air bersih secara bergantian,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, sebaran kekeringan tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Terutama dari jumlah desa yang terdampak. Untuk tahun ini, sebanyak 66 desa terdampak. Sedangkan, tahun lalu terdapat 78 desa. Disinggung mengenai anggaran, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan tim pengguna anggaran pemerintah daerah (TAPD).

Sehingga, anggaran cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau. Jika tidak, akan kewalahan untuk melakukan droping air bersih. Sedangkan, untuk klasifikasi wilayah kering ada dua macam. Yakni, kering kritis dan kering langka. “Kami tidak serta merta bisa menyebut kering kritis, harus dilakukan monitoring,” tuturnya.

Dijelaskan, kering kritis terjadi lantaran pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang setiap hari. Sementara jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih harus tiga kilometer lebih. Sedangkan, kering langka merupakan kebutuhan air di bawah 10 liter per orang. Warga harus menempuh jarak 0,5 sampai maksimal tiga kilometer untuk mendapatkan air bersih. (man/ito)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *