oleh

7 Tahun Kurnia Pramadhani Mulyono Mengabdi Sebagai Guru Honorer

Kabarmadura.id/Pamekasan-Menjadi guru merupakan pekerjaan yang mulia, sebab bisa menularkan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Meskipun, jika dinilai secara pendapatan, profesi guru belum bisa mensejahterakan kehidupan seseorang. Namun hal itu  tidak menyurutkan tekad Kurnia Pramadhani Mulyono, untuk abdikan dirinya sebagai guru honorer.

Khoyrul Umam Syarif, Kota

Perempuan kelahiran Pamekasan pada 23 Maret 1992 lalu, berkeyakinan menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang mulia. Tak pelak, meski profesi guru tidak menjamin dirinya hidup sejahtera, namun dirinya tetap bertahan dengan profesi yang sudah ditekuni selama 7 tahun itu.

Dirinya berkeyakinan, jika dijalani dengan sabar dan tabah, profesi sebagai seorang guru akan menjadi salah satu amal yang bisa menjadikannya orang luar biasa baik dunia dan di akhirat nanti.

Terlebih, setelah melihat anak didik di sekolah yang dididiknya menjadi orang yang sukses, dirinya merasa ada kebahagian tersendiri karena dapat berkontribusi untuk mencerdaskan generasi muda Indonesia.

Kiat sukses menjadi seorang guru bagi perempuan sederhana itu, yakni dengan berbaur bersama anak didiknya. Dengan demikian, dirinya bisa mengetahui beragam tingkah laku siswa yang kadang membuat guru terpancing emosi. Namun hal itu merupakan tantangan untuk memberikan pendekatan persuasif yang baik kepada siswa.

“Guru harus siap menerima kondisi apapun yang dimiliki anak didiknya. Guru hebat adalah guru yang mencetak anak didiknya berakhlakul karimah, memiliki integritas tinggi, kreatif dalam berfikir, memiliki semangat dalam pembelajaran,” ungkapnya pada Kabar Madura, Kamis (28/11/2019).

Ditanya mengapa memilih bertahan menjadi seorang guru honorer selama tujuh tahun lamanya. Perempuan yang akrab disapa Bunda Nia oleh anak didiknya itu mengungkapkan, dirinya terlahir dari keluarga berlatar belakang pendidikan yang rata-rata berprofesi sebagai seorang guru.

Sehingga dengan demikian, dirinya juga termotivasi untuk menjadi seorang guru yang bisa mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Meskipun diakuinya, kehidupan seorang guru honorer selama ini belum menjanjikan kehidupan yang mapan. Namun dirinya yakin, jika kemapaman seorang guru akan terlihat saat mampu mendidikan anak didiknya menjadi orang sukses.

“Guru adalah profesi yang sangat mulia yang disegani masyarakat,” ujarnya.

Kecintaan terhadap dunia pendidikan, sudah ditanamkan ibu dari seorang puteri mungil itu, sejak dirinya memilih melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dengan memilih Fakultas Tarbiyah Jurusan Tadris Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.

Saat berada di bangku kuliah, Nia terlibat aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, baik organisasi intra kampus maupun ekstra kampus. Bahkan, dirinya sempat menjabat sebagai Sekretaris Korp PMII Puteri (Kopri) Cabang Pamekasan.

Pengalaman dirinya di berbagai organisasi kemahasiswaan, mampu menghantarkan dirinya menjadi guru professional yang berkakarter, serta selalu mengedepankan kepentingan peserta didiknya.

Terbukti, dirinya selalu menanamkan kepada muridnya, untuk mengedepankan akhlak mulia, sopan dan santun dalam berucap dan berbuat, memiliki kepribadian yang terpuji dalam kehidupan bermasyarakat dan lingkungan sekolah.

Tak lupa pula, dirinya selalu memotivasi peserta didiknya untuk meningkatkan prestasi akademik, memiliki kemampuan dalam mengembangkan potensi diri, serta, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Guru profesional itu harus mampu mendidik siswanya menjadi generasi yang mampu bersaing dan memiliki moral yang baik. Terpenting, guru bisa menguasai kurikulum pembelajaran dan kreatif menerapkan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar serta mampu berkomunikasi dengan baik,” pungkas mantan Ketua Korp PMII Puteri (KOPRI) Komisariat IAIN Madura itu. (pin)

 

Komentar

News Feed