Angka Kematian Nakes di Jatim Tertinggi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) TERTINGGI: Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiuddin menyesali sikap warga yang acuh terhadap protkes mengakibatkan nakes banyak gugur.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Data kematian tenaga kesehatan (nakes) sebab terpapar Covid-19 hingga 25 Juli 2021 mencapai 1.511 kasus di Indonesia. Sementara untuk Provinsi Jawa Timur menempati posisi tertinggi untuk kematian nakes dengan jumlah 479 kasus. Mengetahui hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin merasa prihatin dan turut berbelasungkawa.

Angka kematian nakes di Jatim mengalahkan Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta di peringkat dua dan tiga. Menurut Syafiuddin, jumlah kasus kematian nakes di Jatim tersebut berarti hampir 32 persen dari seluruh kematian nakes di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Sedangkan Jabar di peringkat kedua dengan angka 175 kasus atau 12 persden dan DKI Jakarta sebanyak 161 atau 11 persen, lalu disusul Jateng dengan 145 kasus atau 9,5 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, angka kematian tersebut menyebabkan jumlah nakes otomatis berkurang, sementara jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 terus meningkat. Semakin banyaknya penderita yang harus dirawat membuat beban pekerjaan para nakes bertambah berat. Ia menambahkan, kematian nakes sebagian besar karena mereka kelelahan.

Karena hal itu, Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Pamekasan itu menyayangkan sikap masyarakat yang apatis terhadap protool kesehatan (protkes). Bahkan menurutnya, tingginya angka kematian nakes karena masyarakat yang angkuh dan tidak disiplin mematuhi protkes. Di sisi lain, mereka menuntut nakes memberikan pelayanan optimal.

Menurut pria yang akrab dipanggil Kak Syafi’ itu, masyarakat perlu membuka pikiran seluas-luasnya. Karena selain dituntut menangani pasien terinfeksi Covid-19 dengan pelayanan yang optimal, mereka juga masih dibebani dengan asumsi miring, bahwa nakes mengambil keuntungan di balik besarnya anggaran Covid-19.

“Mereka itu sudah berjuang di garda terdepan. Kitanya acuh terhadap protkes. Belum lagi dituduh asal mengcovidkan pasien,” sesalnya.

Di sisi lain, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan dr, Syaiful Hidayat membantah tuduhan miring terhadap nakes dan rumah sakit. Menurutnya, tidak mungkin Covid-19 dijadikan ladang bisnis, sementara korbannya juga para nakes.

“Dokter yang meninggal ratusan. Perawat yang meninggal ribuan. Bagaimana bisa ini permainan nakes, sementara korbannya juga kami,” tegasnya. (ali/maf)

Data Angka Kematian Nakes hingga 25 Juli 2021

-Jawa Timur: 479 kasus

-Jawa Barat: 175 kasus

-DKI Jakarta: 161 kasus

-Jawa Tengah: 145 kasus

-Sumatera Utara: 45 kasus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *