Intens Produksi Film Pendek, Cindicat Gencar Dekati Pemuda Milenial

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) AKTING: Beberapa aktor saat memainkan peran dalam produksi film pendek di Kabupaten Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Karya produksi perfilman di kalangan pemuda, rasanya sudah begitu ramai diperbincangkan. Baik film dengan model sinetron yang disajikan dalam episode maupun selesai dalam satu kali penayangan. Sedangkan, durasi dan isi film kerap juga menjadi penentu banyak atau tidaknya peminat film.

Produksi film kini tidak hanya dilakukan oleh kalangan profesional. Para mahasiswa di Kabupaten Bangkalan yang tergabung dalam komunitas Cindicat juga berusaha menyajikannya.

Organisasi yang bergerak di bidang produksi film pendek itu sudah mulai menjadi wadah para seniman kalangan mahasiswa sejak tahun 2013 lalu.

Semenjak berdiri dan diminati para pemuda, Cindicat terus menekuni karyanya. Ia terus berproses menghasilkan film-film yang memiliki makna dan mudah dipahami oleh para penonton. Bahkan, dari salah satu karyanya juga mendapatkan prestasi yang membanggakan.

Ketua Cindicat Muhammad Aulia Wiediyansyah menyampaikan, konsistensi komunitasnya dalam memproduksi karya film bukan main-main. Setiap film yang digarap dengan proses panjang tersebut memiliki tujuan mulia.

“Kami hanya konsisten produksi film pendek,” katanya.

Komunitas yang dibentuk sejak tahun 2013 itu awalnya hanya mengakomodasi beberapa orang mahasiswa yang menggeluti perkuliahan program studi (prodi) Ilmu Komunikasi. Tetapi karena peminatnya terus bertambah, komunitas terus berkembang dan akhirnya bertahan sampai tahun ke 8.

“Dari wadah ini kemudian karya-karya lahir,” ulasnya.

Menurut lelaki yang akrab disapa Aul itu, nilai plus dalam penyajian ilmu pendek adalah durasi waktu. Dalam waktu yang jauh lebih singkat dari durasi film panjang itu membuat penonton lebih efisien waktu. Mereka lebih singkat mendapatkan intisari film.

“Bagi mereka yang tidak memiliki waktu banyak, ini menjadi kesempatan baik,” ucap pria asal surabaya itu.

Menjabat sebagai Ketua ke-8, Aul menjelaskan, ada sekitar 20 film yang sudah berhasil ditayangkan oleh Cindicat, sedangkan prestasi terbesar komunitasnya adalah prestasi di tahun 2019 lolos tahap 20 besar festival film mahasiswa Indonesia di Lampung dengan film yang berjudul Tudung Senja. Kemudian di tahun 2020, mendapatkan prestasi juara 2 di festival film mahasiswa Indonesia dengan film yang berjudul Dua Arah.

“Kami rasa peminatnya bagi para pemuda sangat bagus. Kami buktikan saat kami beberapa kali melalukan launching film,” pungkasnya. (hel/nam)

PRESTASI CINDICAT

¤ Sukses produksi atau menayangkan 20 film

¤ Tahun 2019 lolos tahap 20 besar festival film mahasiswa Indonesia di Lampung dengan film berjudul Tudung Senja.

¤ Tahun 2020, juara 2 festival film mahasiswa Indonesia dengan film yang berjudul Dua Arah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *