Anggaran Pembinaan Pranikah Terbatas

  • Whatsapp
(FOTO: ARIF ROHMAN FOR KM) TERBATAS: Ketersediaan anggaran untuk bimbingan bagi calon pengantin baru di Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan cukup minim.

KABARMADURA.ID,BANGKALAN – Pelaksanaan pembinaan pranikah bagi calon pengantin tidak menyeluruh. Tahun ini, hanya ada 21 angkatan yang memperoleh pembekalan. Sebab, anggaran yang disediakan sangat terbatas. Hal ini diungkapkan Kasi Bimas Islam Kemenag Bangkalan Arif Rohman, Minggu (1/8/2021).

Menurutnya, setiap pelaksanaan pembinaan pernikahan dialokasikan anggaran sekitar Rp6 juta. Bahkan, peserta yang mengikuti pembekalan sebelum ijab qobul dibatasi. Dalam satu tahapnya ada 15 pasangan. Namun, dana yang dialokasikan untuk bimbingan pranikah belum maksimal.

“Selama setahun ini, hanya bisa melaksanakan 21 kali pembimbingan. Pada 2020 lalu, pembinaan tidak lebih dari 10 angkatan. Tetapi 21 angkatan tahun ini, sangat sedikit termasuk anggaran yang disiapkan jika dilihat dari jumlah pernikahan per tahun,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, dalam setahun ada sekitar 9 ribu pasangan yang menikah. Sedangkan tahun ini, hanya 315 calon pengantin yang melaksanakan bimbingan pranikah. ”Jadi, cuma 3 persen yang bisa dilayani. Pembinaan hari ini, masuk di angkatan ke-8,” jelasnya.

Pihaknya menuturkan, pembinaan terhadap 21 calon pengantin baru menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Pengarahan pranikah ini, untuk menekan angka perceraian di daerah yang identik dengan slogan sebagai kota dzikir. ”Perceraian di Bangkalan masih tinggi, hampir 30 persen dari jumlah pernikahan,” imbuhnya.

Pembinaan pranikah dilakukan oleh masing-masing Kantor  Urusan Agama (KUA). Nantinya, data dari kecamatan yang mencapai angka 15 pasangan bagi pendaftar baru bisa dilakukan pembinaan. Bahkan, terdapat dua kategori pembinaan yang dilakukan bagi calon pengantin.

Yakni, untuk calon pengantin yang sudah daftar di KUA dan juga untuk remaja usai nikah serta untuk pelajar yang belum menikah. “Selama terjadi peningkatan kasus di Bangkalan, pengajuan pernikahan tidak begitu berpengaruh. Ada penurunan, tapi tidak terlalu drastis.Satu kelasnya itu 15 pasangan ada 30 orang. Jadi, kurang dari itu tidak bisa dilakukan,” paparnya.

Salah satu masyarakat asal Desa Pendabah Kamal Nur Azizah berharap, pembekalan bagi calon pengantin bisa dilakukan merata di semua kecamatan. Sehingga, pernikahan di usia belasan tahun bisa memiliki pandangan ketika sudah berkeluarga. “Jadi, masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bisa berkurang,” responnya. (hel/ito)

Jumlah Calon Pengantin Baru

  • 9 ribu pasangan tahun 2020
  • 315 pasangan per Juli 2021
    • Terbagi menjadi 21 angkatan
    • per angkatan 15 pasangan
    • Laporan menunggu dari setiap kecamatan
  • Anggaran yang disediakan hanya Rp6 juta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *