Perkosa Anak Tiri, Oknum ASN Terancam Pidana 20 Tahun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) PERLU DITINDAKLANJUTI: Laporan ibu korban percobaan pemerkosaan oleh oknum ASN telah masuk ke Reskrim Polres Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Baru-baru ini, terjadi tindakan percobaan pemerkosaan terhadap anak tirinya oleh oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Proppo. Diketahui, kejadian tersebut dilakukan oleh oknum ASN inisial MTD. Dia berusaha memperkosa anak tirinya, saat istrinya terbaring sakit.

Atas tindakannya itu, istri yang merupakan ibu kandung dari korban melaporkan suaminya ke Reskrim Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan dengan nomor laporan polisi: TBL/B/304/VII/2021/SPKT/Polres Pamekasan/Polda Jawa Timur. Laporan tersebut masuk sejak tanggal 19 Juli 2021.

Bacaan Lainnya

Pakar hukum pidana M. Alfian menilai, tindakan tersebut merupakan tindakan tidak terpuji yang berpotensi dikenakan pasal berlapis. Sebab, pelaku merupakan anggota keluarga korban, yang seharusnya mengayomi dan melindungi korban. Pelaku melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 jounto UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kenapa dia harus ditambah hukumannya, karena seharusnya dia mengayomi dan melindungi. Yang kedua, karena dia ASN dan yang ketiga masuk pada extraordinary crime,” jelasnya.

Selain itu, sebagai seorang ASN, pelaku juga melanggar Keputusan Menteri (Kepmen) ASN 15/2018 tentang pemberhentian ASN yang melakukan tindak pidana. Karena itu, pelaku terancam dengan Pasal 7 ayat 1 KUHP dengan penambahan hukuman 1/3 dari hukuman murni. Sementara hukuman murni bagi pelaku yaitu 12 tahun.

Jika pelaku mendapat vonis hukuman lebih  dari 5 tahun, maka pelaku dapat dipecat sebagai ASN. Menurutnya, Inspektorat Pamekasan dapat mengambil tindakan hukum nonyuridis.

Konsekuensinya, pelaku dapat dipecat dari jabatannya sebagai ASN. Selain itu, menurutnya, pelaku telah melakukan kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime, Sehingga pelaku tidak akan mendapat pembebasan bersyarat.

“Maka hukumannya ditambah lagi 2/3 dari vonis hukuman, karena pelaku orang dekat korban,” pungkasnya. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *