Pasien Covid-19 Menurun, Tenda Darurat RSUD SMart Dibongkar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) KASUS MENURUN: Petugas BPBD Pamekasan saat membongkar tenda darurat di depan ruang IGD RSUD SMart Pamekasan, Senin (2/8/2021).

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Usai tingginya eskalasi kasus Covid-19 gelombang kedua di Pamekasan, kini tren pasien terinfeksi Covid-19 mulai menurun. Penurunan tren tersebut beriringan dengan menurunnya jumlah pasien terinfeksi Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan.

Bahkan, tenda darurat yang didirikan di depan ruang instalasi gawat darurat (IGD) telah dibongkar, Senin (2/8/2021).

Bacaan Lainnya

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat menuturkan, pembongkaran tenda darurat itu merupakan permintaan pihak rumah sakit. Sebab, sudah beberapa hari terakhir ini sudah tidak terjadi antrean di depan ruang IGD.

“Tenda itu milik BPBD, kami minta untuk dibongkar,” ucapnya.

Tenda darurat itu awalnya didirikan sebagai pengganti fungsi ruang IGD. Sementara ruang IGD saat itu dijadikan ruang isolasi perawatan pasien Covid-19. Namun, sejak menururnnya kasus Covid-19, tidak terjadi lagi antrean di tenda darurat.

Semula, RSUD SMart menyiapkan 91 unit bed khsus pasien Covid-19, termasuk 15 bed di ruang IGD. Seiring banyaknya pasien sembuh dan pulang, pasien di ruang IGD dipindah ke ruang isolasi utama. 15 unit bed di ruang IGD pun kemudian ditarik kembali. Saat ini pihaknya hanya menyiagakan 76 unit bed khusus pasien Covid-19.

“Karena banyak kosong, UGD difungsikan lagi seperti semula bukan sebagai rawat inap isolasi,” ucap pria yang akrab dipanggil dr. Yayak itu.

Namun demikian, 15 bed yang disiapkan saat ini masih kosong. Sebab, pasien terinfeksi Covid-19 di RSUD SMart hanya tersisa 61 orang. Menurut dokter Yayak, melaindainya tren konfirmasi Covid-19 kemungkinan dipengaruhi oleh pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sebab, tidak hanya di Pamekasan, di daerah lain juga mengalami hal yang sama.

“Mungkin efek PPKM dan sebagainya,” pungkas dr. Yayak.

Tidak hanya di RSUD SMart, penurunan jumlah kasus Covid-19 juga terjadi di RSUD Waru. Direktur RSUD Waru dr. Hendarto yang saat ini tengah menjalani masa pemulihan karena terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 menuturkan, 10 kamar isolasi khusus pasien Covid-19 yang disiapkan saat ini kosong tanpa pasien.

“Jumlah pasien Covid-19 berdasar laporan dari PIC, saat ini nol,” ungkap dr. Hendarto, Senin (2/8/2021) (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *