TPP ASN di Sampang Menunggu Realisasi Insentif Nakes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) IMAM SANUSI-Analis Kebijakan Madya Bagian Organisasi Setkab Sampang

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Sampang terancam tidak mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) pada triwulan II tahun anggaran berjalan 2021. Salah satu indikasinya, insentif para tenaga kesehatan (Nakes) di wilayah itu belum dicairkan.

Salah seorang abdi Negara di Sampang inisial MD mengaku, mendapatkan surat pemberitahuan dari Pemkab setempat, bahwa pada bulan Juli hingga Desember mendatang TPP terancam tidak bisa dicairkan selama enam bulan kedepan.

“Kami mendapat informasi, kalau TPP pada triwulan II ini tidak akan cair. Kami minta segera ada kejelasan, terkait alasannya,” ujar lelaki paruh baya yang enggan namanya dikorankan, Senin (2/8/2021).

Dikonfirmasi secara terpisah, Analis Kebijakan Madya Bagian Organisasi Setkab Sampang Imam Sanusi menjelaskan, TPP para pegawai awalnya memang direncanakan untuk tidak dicairkan. Bahkan, sudah menginformasikan secara resmi kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD).

Rencana tidak dicairkannya TPP tersebut, lantaran menunggu pencairan insentif bagi para nakes terlebih dahulu. Hal itu, sebagai bukti kepedulian pemerintah terhadap para nakes yang berada digarda terdepan dalam berjuang melawan wabah Covid-19.

“Selama insentif Nakes belum cair, maka TPP ASN tidak akan dicairkan juga, tetapi jika insentif ini cair, maka ASN juga mendapatkan haknya,” responnya.

Sedangkan, insentif Nakes di Kabupaten Sampang berdasar informasi dari OPD terkait sudah mulai dicairkan. Maka, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menahan TPP tersebut. Dengan demikian, TPP di Sampang selama enam bulan kedepan akan tetap cair sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.

“Kami harap para ASN agar bersabar, TPP ini akan tetap cair, karena anggarannya sudah ada, namun masih menunggu insentif Nakes tersalurkan kepada yang berhak secara merata,” jelasnya.

Semantara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Sampang Agus Mulyadi belum bisa dimintai keterangan, tentang kepastian pencairan insentif para nakes tersebut. Berkali-kali dihubungi melalui telepon pribadinya, belum ada respon. (sub/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *