Jabatan Kepsek SMPN 1 Geger Bangkalan Lengser

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) MENGABDI: Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan menindak tegas Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Geger yang diketahui memotong gaji guru honorer.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Kasus pemotongan gaji guru honorer oleh Kepsek Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Geger Bangkalan mulai menuai sorotan. Kasus yang saat ini dihentikan oleh pihak kepolisian, lantaran sudah mengembalikan kerugian negara mendapat perhatian serius dari kalangan wakil rakyat, Rabu (4/8/2021).

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, kejadian tersebut menjadi atensi untuk lebih memperketat pengawasan terhadap sekolah di pelosok. Bahkan, ada temuan sebesar Rp68 juta dari kasus itu sebagai bukti. Seharusnya, praktik tersebut sudah tidak terjadi lagi di tengah situasi transparansi informasi saat ini.

“Kami sangat menyayangkan praktik-praktik seperti itu. Pembayaran honor sekarang polanya sudah berbasis elektronik, kenapa masih ada kejadian yang mengakibatkan kerugian negara,” kesalnya.

Dia berjanji, akan lebih intens melakukan pengawasan terhadap sekolah. Terutama, Dinas Pendidikan (Disdik) selaku leading sektor yang bertanggung jawab memonitoring setiap sekolah. Bahkan, meminta kepolisian agar tidak berkompromi untuk menindak adanya temuan yang sudah jelas merugikan negara.

“Selanjutnya, Disdik juga harus lebih serius melakukan pengawasan dan pengecekan berkala mengenai pencairan gaji guru. Bila perlu, lakukan audit ke semua sekolah sebagai antisipasi kejadian terulang,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengaku, sudah menindaklanjuti kasus yang terjadi di  SMPN 1 Geger. Dipastikan, kerugian uang negara yang ditemukan oleh Inspektorat Bangkalan sudah dikembalikan ke kas negara. Untuk itu, dia berharap tidak ada lagi kasus serupa baik di lini sekolah dasar (SD) maupun SMP lainnya.

“Hal-hal yang jelek jangan sampai dikerjakan, kami sudah tekankan itu ke semua kepala sekolah di Bangkalan usai kejadian tersebut,” tuturnya saat ditemui di Pendopo Bupati.

Disinggung mengenai pengawasan?, Pihaknya telah berkoordinasi dengan pengawas sekolah masing-masing agar bisa melakukan pembinaan. “Sebenarnya, kami tidak jemu-jemu melakukan pembinaan. Terus terang, lembaga pendidikan ini cukup besar. Anaknya juga banyak, pendidiknya juga tidak bisa seirama dengan apa yang kami harapkan. Tapi kami terus lakukan pembinaan,” jelasnya.

Dia menegaskan, sudah menonaktifkan Kepsek SMPN 1 Geger sebagai sanksinya. Saat ini, jabatan oknum kepsek menjadi staf biasa dan tidak ditempatkan kembali di instansi sekolah. “Kami sudah berhentikan dari jabatan gurunya, jadi tidak mengajar lagi. Kami pindah menjadi staf biasa di Disdik,” tukasnya. (ina/ito)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *