Enam Kecamatan di Bangkalan Kering Kritis

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) KEKERINGAN: Tidak adanya sumber mata air di enam kecamatan Kabupaten Bangkalan mengakibatkan daerah tersebut membutuhkan drooping air bersih.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Status tanggap darurat kekeringan diberlakukan sejak tanggal 26 Juli 2021 kemarin. Meski beberapa hari ini, daerah Bangkalan diguyur hujan belum bisa dikategorikan aman dari kekeringan. Bahkan, beberapa daerah masuk dalam status kering kritis. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Moris, Minggu (8/8/2021).

Menurutnya, terdapat enam kecamatan masuk berstatus kering kritis. Hingga saat ini, masih dilakukan drooping air bersih ke enam kecamatan tersebut. Masing-masing, Kecamatan  Blega, Arosbaya, Klampis, Modung, Sepulu dan Galis. Di daerah tersebut, tidak ada sumber airnya. Bahkan, tidak memiliki embung dan merupakan wilayah meteorologis.

Bacaan Lainnya

“Karena dari rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur (Jatim) wilayah Madura, khususnya Bangkalan belum masuk kategori penghujan. Meski beberapa hari terakhir dilanda hujan, bukan berarti kekeringan sudah selesai,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, meski terdapat sumber mata air tidak mencukupi untuk satu desa. Namun, diprediksi hanya mencakup ke beberapa rumah warga. Bahkan, kapasitas air yang dikeluarkan cukup kecil. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan air bersih per hari ada empat tangki yang melakukan pendistribusian di enam kecamatan secara bergantian.

“Prediksi masuknya musim penghujan nanti,  berdasarkan analisa citra satelit BMKG, kalau mereka sudah mengeluarkan rilis puncak kemarau bulan Agustus masuk penghujan. Maka, bisa jadi musim penghujan masuk bulan September dan November awal musim dan puncak musim,” tuturnya.

Jika tahun ini hanya enam kecamatan yang melapor kekeringan, pertanda kekeringan di Bangkalan tidak seluas tahun lalu yang berada di 13 kecamatan. Pihaknya berjanji, akan melakukan kroscek kembali ke lapangan untuk memastikan kecamatan lainnya terdampak kekeringan atau tidak. Sebab, jika masuk musim kemarau para camat biasanya langsung melaporkan.

“Nanti akan kami pastikan, kecamatan lainnya yang tahun lalu tidak melapor pada tahun ini. Apakah sudah tertangani dengan program yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) bidang sarana dan prasarana air bersih atau dari dana desa (DD)-nya. Kami akan pastikan,” janjinya.

Terpisah, Camat Labang Fahrozi Zamzami mengatakan, tahun 2020 ada dua desa yang dilaporkan mengalami kekeringan. Yakni, Desa Sukolilo Barat dan Batangas. Namun, keduanya tahun ini tidak dilaporkan lantaran sudah bisa mengatasi musibah tahunan itu. Diperkirakan, sumur warga sudah kembali terisi air bersih.

“Kalau sebelumnya itu, juga ada Desa Bunajih, tapi sekarang ketika musim kekeringan sudah tidak meminta dropping air lagi. Karena, desanya sudah memanfaatkan home spam yang dikembangkan oleh BUMDes mulai tahun 2020 kemarin,” responnya. (ina/ito)

13 Kecamatan Mengalami Kekeringan Tahun 2020

  • Kecamatan Konang
  • Kecamatan Kokop
  • Kecamatan Geger
  • Kecamatan Galis
  • Kecamatan Klampis
  • Kecamatan Modung
  • Kecamatan Kwanyar
  • Kecamatan Tanah Merah
  • Kecamatan Arosbaya
  • Kecamatan Tragah
  • Kecamatan Blega
  • Kecamatan Sepulu
  • Kecamatan Labang

6 Kecamatan Mengalami Kering Kritis Tahun 2021:

  • Kecamatan Blega
  • Kecamatan Arosbaya
  • Kecamatan Klampis
  • Kecamatan Modung
  • Kecamatan Sepulu
  • Kecamatan Galis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *