Komunitas Bird Free Fly Gelar Latihan Lempar Rutin Tiap Sabtu Sore

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) LATIHAN: Anggota Komunitas Bird Free Fly melatih burung peliharaannya.

KABARMADURA.ID – Pecinta burung terbang harus gigit jari dua tahun terakhir sebab pandemi Covid-19. Semisal, anggota komunitas pecinta burung bernama  Bird Free Fly merasa kecewa sebab mereka belum bisa mengikutkan burung peliharaannya dalam even sebab terjegal aturan pemerintah. Namun, setiap Sabtu sore, mereka tetap berkumpul untuk melatih burung peliharaannya tersebut.

FAIN NADOFATUL, Bangkalan

Pada hari Minggu (8/8/2021), Ketua Free Fly Community Hafiduddin memperkenalkan diri kepada tim Kabar Madura. Dia bercerita bahwa awal berdirinya komunitasnya tersebut yaitu berangkat dari kesamaan hobi, yaitu gemar memelihara burung Parrot. Kemudian dia dan teman-temannya berinisiatif membentuk grup Whatsaap untuk mempermudah komunikasi antarpecinta burung tersebut.

Dari grup Whatsaap itulah salah satu temannya berinisiatif membentuk Komunitas Free Fly Community, dan dia terpilih sebagai ketuanya. Hafid mengungkapkan, jumlah anggotanya tidak begitu banyak, yakni sekitar 10 orang.

“Teman-teman yang asalnya hanya suka memelihara rumahan burung Parrot, akhirnya membebaskan burung masing-masing,” ujarnya memulai perbincangan dengan Kabar Madura.

Hafid menuturkan, untuk saat ini, ia bersama anggotanya hanya aktif hadir saat jadwal lempar rutin. Sebab, menurutnya keadaan untuk menggelar atau  mengikuti even belum memungkinkan. Sehingga, ia bersama komunitasnya memilih untuk latihan saja.

“Untuk saat ini karena terkendala wabah, hanya lempar rutin tiap Sabtu sore,” terangnya.

Sebelum pandemi Covid 19 melanda Indonesia, ia bercerita, sempat mengadakan arisan anggota dan bakti sosial (baksis) bersama komunitasnya tersebut.

“Kalau mengadakan event secara mandiri, kami masih belum. Karena kamu juga baru terbentuk tapi semangat untuk itu udah ada, hanya saja hingga Covid-19 datang, semuanya ikut menghilang,” jelasnya akan rencana dan program komunitasnya sebelum wabah Covid-19.

Sementara itu, tambah Hafid, untuk burung free fly sendiri membutuhkan perawatan extra termasuk buat pakan dan vitaminnya. Selain itu,  juga membutuhkan ketelatenan untuk menumbuhkan ikatan antara owner dan partnernya (burung, red). Sebab, free fly ini yang dilihat adalah terbang bebasnya dan saat kembali lagi ke pemiliknya.

“Burung dilepas untuk terbang, dan saat dikasih tanda (pluit, red), dia akan kembali. Biasanya kalau di even yang dinilai durasi terbangnya. Kalau perawatan sebulan biasanya menghabiskan berapa, setiap owner punya pertimbangan masing-masing untuk pakan dan vitamin,” terangnya menjelaskan perawatan burung Parrot kepada Kabar Madura.

Ia juga menjelaskan, takaran pakan dan vitamin yang diberikan pada burungnya pasti berbeda-beda tergantung kondisi burungnya. Jika burung bisa menang even, maka harga jualnya bisa tinggi. Terlebih kalau sudah memiliki kemampuan terbang bebas, harganya juga melambung. (maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *