Baru Dikerjakan, Rabat Beton di Desa Panggung Sampang Sudah Retak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) RUSAK: Kondisi rabat beton belum dilintasi warga sudah retak setelah selesai dikerjakan di Desa Panggung - Pangilen, Sampang

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pekerjaan proyek fisik rabat beton di Desa Panggung menuju Desa Pangilen, Kecamatan Sampang sudah rusak. Betonisasi yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat itu sudah terlihat beberapa keretakan, bahkan nyaris putus meski baru selesai dikerjakan.

Diketahui anggaran proyek tersebut sebesar Rp3.796.002. 420. Pekerjaan itu dilaksanakan oleh PT. Duta Ekonomi dengan nilai kontrak Rp3. 638. 893. 186. Proyek tersebut itu sekitar sebulan lebih selesai dikerjakan.

Bacaan Lainnya

Pantauan Kabar Madura, keretakan terjadi di sejumlah titik. Bahkan ada titik terparah, betonisasi hampir putus. Padahal, jalan rabat beton belum dilintasi kendaraan warga. Baik kendaraan roda dua apalagi kendaraan roda empat.

Tidak hanya itu, setelah ditelusuri, pekerjaan itu belum selesai 100 persen. Proyek yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) tahun 2021 itu belum tuntas pengerjaannya. Sebab belum selesai pada titik terakhir perencanaan. Sementara keretakan terjadi di bagian utara lokasi pembangunan.

“Baru sebulan mas selesai dikerjakan. Diameternya sekitar enam meter. Tapi retak dari atas ke bagian bawah, ” ungkap warga setempat yang menolak namanya dikorankan.

Dikatakannya, keretakan terjadi sekitar sepekan terakhir. Bahkan keretakan tidak hanya di satu titik. Sehingga kondisi proyek membuat masyarakat kecewa. Sebab, belum dipakai sudah rusak. Padahal, awalnya masyarakat setempat senang adanya pembangunan rabat beton tersebut.

“Saya bukan ahli teknik bangunan mas. Tapi beton dengan setebal itu mestinya tidak retak jika campuran material kuat. Sebab ketebalannya tidak diragukan. Apalagi keretakan tidak hanya di satu titik. Silahkan kroscek, ” katanya.

Dijelaskannya, pembangunan jalan peningkatan jalan saat ini banyak menggunakan jenis rabat beton. Sebab lebih lama bisa dipakai. Namun, jika sejak awal sudah rusak, warga tidak yakin akan bertahan lama. Sebab, keretakan diduga akibat kualitas yang perlu diperbaiki.

“Jika tidak ada perbaikan secepatnya kami akan melakukan laporan langsung ke pihak-pihak terkait. Sebab warga sekitar sudah kecewa dengan pembangunan ini. Keretakan tidak di bagian atas saja. Namun beton seperti putus dan akan bertambah parah, ” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sampang Hasan Mustofa belum bisa dikonfirmasi di meja kerjanya. Berusaha diminati keterangan melalui nomor ponselnya tidak ada tanggapan. (man/mam).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *