Aisya Maulidiya: Suka Duka Jadi Dirigen hingga Pengalaman Berkesan Mengawal ke Luar Pulau

  • Whatsapp
(FOTO: AISYA FOR KM) BERSEMANGAT: Dirigen J-Bink Mania Aisya Maulidiya memimpin suporter untuk beraksi di tribun.

KABARMADURA.ID – Madura United tidak sebatas menarik perhatian dari kalangan pria, melainkan perempuan. Sudah banyak komunitas suporter wanita yang mendeklarasikan diri mendukung tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini. Salah satunya J-Bink Mania.

Salah satu dirigen dari J-Bink Mania bernama Aisya Maulidiya. Dia jarang absen di tribun saat Madura United bertanding.

Bacaan Lainnya

Bahkan, bidadari tribun ini sudah menjadi dirigen atau  pemandu suporter menyanyikan yel-yel dan beratraksi di tribun. Dia melakukannya sejak tahun 2016 atau sejak tim yang berbasis di Pulau Garam ini terbentuk.

Suporter kelahiran Bangkalan, 14 Juni 1999 ini mengaku bangga bisa mendapatkan kesempatan menjadi dirigen. Sebab, dia menceritakan, menjadi pemandu suporter di tribun itu bisa memperluas relasi, terutama antara komunitas suporter, serta akan lebih dikenal di Madura ataupun luar pulau.

Di sisi lain, bunga tribun yang tinggal di Jalan Jeruk Nomor 10 Perumnas Kamal Bangkalan ini menyampaikan, dukanya akan dipandang sebelah mata bagi kalangan yang awam terhadap dunia suporter. Namun, dia tidak menghiraukan pandangan buruk itu. Diakuinya, yang terjadi tidak seperti yang dalam pikiran orang.

Aisya menjelaskannya, suporter pria sering melindungi di tribun atau pun di luar stadion. Lantaran, kekeluargaan dan persaudaraan dalam komunitas suporter sangat kental.

“Kalau dukanya mungkin pandangan orang awam terhadap suporter apalagi wanita yang jelek, tapi itu bukan masalah yang besar bagi saya. Saya santai saja, yang penting saya tidak seperti apa yang dipikirkan mereka,” tegasnya kepada Kabar Madura, Kamis (12/8/2021).

Selain itu, perempuan berusia 22 tahun itu menambahkan, duka menjadi dirigen tidak bisa penuh menyaksikan pertandingan. Sebab, dia membelakangi kedua kesebelasan yang sedang bertanding untuk memimpin para suporter di tribun.

Wanita yang menjadi suporter sejak kecil ini menyampaikan, dirinya sering kehilangan momen seperti gol atau yang menarik lainnya. Sehingga, dia hanya menyaksikan tayangan ulang selepas pertandingan.

Aisya juga menuturkan, sering mengawal tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu saat berlaga di luar kandang. Untuk wilayah Jawa Timur, dia sudah pernah semua. Selain provinsi itu, ia sudah pernah mengawal saat laga tandang ke Bandung, Bali, hingga Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Cuman yang paling tidak terlupakan adalah ketika kami awaydays, kami sangat merasakan arti persaudaraan, entah itu antara sesama (komunitas suporter) K-Conk Mania atau dengan suporter lain,” tandasnya. (idy/mam)

-Aisya Maulidiya.

-Bangkalan, 14 Juni 1999.

-Kamal, Bangkalan.

-Menjadi suporter sejak kecil.

-Menjadi dirigen sejak tahun 2016.

-Awaydays mengawal Madura United yang sulit dilupakan.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *