Malhum Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Afkab

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) Mohammad Ali Al Humaidy: Nakhoda baru Afkab Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Mohammad Ali Al Humaidy terpilih secara aklamasi sebagai ketua baru Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Sumenep periode 2021-2025, pada Sabtu kemarin (14/8/2021). Nakhoda baru itu diharapkan bisa berkomitmen dalam memajukan futsal di Sumenep.

Mohammad Ali Al Humaidy mengatakan, sebagai ketua baru diminta mendukung kegiatan dan program Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur (Jatim), secara inisiatif ada beberapa hal yang bakal diprioritaskan. Di antaranya mempunyai lapangan futsal yang berstandar nasional.

“Perlu ditingkatkan dan didukung, olahraga futsal ini sangat diminati, nyaris lapangannnya di setiap kecamatan ada, dan sudah layak dijadikan latihan-latihan, maka itu akan kami benahi nanti, minimal ada satu yang berstandar nasional,” kata dia.

Pria yang biasa dipanggil Malhum itu melanjutkan, termasuk yang menjadi skala utama yakni membenahi klub berbasis informasi teknologi (IT). Sebab, selama ini 20 klub futsal yang terverifikasi di Afkab masih belum jelas profil klubnya.

Sehingga, lanjut dia, dengan adanya legalisasi berbasis IT itu, maka profil klub bisa diakses secara online, termasuk data pemainnya, dan kelengkapan dengan pelatihnya.

“Yang terjadi selama ini kan pemain satu bisa bermain di beberapa klub, kalau sekarang tidak, harus ada rekomendasi dari klubnya jika ada transfer pemain, karena sudah jelas terdata kan,” imbuh mantan exco Afkab Sumenep itu.

Selain itu, dosen IAIN Madura menambahkan, termasuk juga dalam periode kepemimpinannya, Afkab akan dimaksimalkan menjadi cabor tersendiri, artinya tidak lagi tergantung ke Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sumenep. Sebab dengan demikian tidak menjadi beban dan fokus sendiri-sendiri untuk perkembangan.

Malhum berharap, situasi ini segera membaik, sehingga bisa melaksanakan kompetisi, karena dengan adanya kompetisi selain persiapan pemain, juga untuk meningkatkan perekonomian, sebab area sekitar futsal bisa berjualan.

“Pra porprov (pekan olahraga provinsi) ini jika sudah ada kelonggaran maka akan digelar laga berbasis dapil atau apa nanti teknisnya, hal itu juga sebagai bentuk seleksi pemain,” pungkasnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *