Sembari Tunggu Kenaikan Harga, Petani Garam Kompak Olah Hasil Panen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) TUNGGU KEPASTIAN: Petani masih menanti kenaikan harga dan penyerapan dari sejumlah perusahaan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Saat harga garam murah dan minim penyerapan, petani berupaya mencari jalannya sendiri. Mereka memanfaatkan hasil pelatihan dengan mengolah garam hasil panen menjadi garam yang bisa dikonsumsi.

Namun, karena cara pengolahan masih berskala kecil, tidak semua hasil panen bisa diolah. Petani sebelumnya mendapatkan pelatihan khusus untuk mengolah garam dari lahan menjadi garam konsumsi.

Bacaan Lainnya

Mulyadi, warga Desa Aeng Sareh mengaku, sejumlah petani sudah berusaha mengolah bahan sendiri. Ia melakukan kristalisasi dengan alat seadanya yaitu dengan mengatur kandungan pada garam secara manual. Sehingga garam yang diambil dari lahan bisa dikonsumsi.

“Selama ini sudah banyak warga  yang bisa mengonsumsi hasil olahannya sendiri. Bahkan mereka menjualnya ke warga lain,” ungkap pria berusia 37 tahun itu.

Ia juga menambahkan, pengolahan garam diperoleh dari pelatihan. Sehingga petani mencobanya untuk produksi dengan skala kecil. Sebab, menurut hasil penelitian, pengonsumsian dengan cara baru itu aman.

Menurutnya, sebagian warga sudah mempunyai alat sederhana yang diperoleh dari pelatihan. Alat tersebut digunakan untuk mengukur kandungan NaCl pada garam. Sebab, garam konsumsi memiliki kandungan berbeda dengan garam industri.

“Saya lupa berapa kandungan yang harus terpenuhi untuk dikonsumsi. Tapi kami menyesuaikan dengan petunjuk saat di pelatihan,” katanya. (man/maf)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *