Data Anak Yatim di Bangkalan Belum Direkap

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PEDULI: Wakil Bupati Bangkalan Mohni  menggelar rapat tentang pemberian bantuan terhadap anak yatim dan piatu yang ditinggalkan orang tuanya akibat terinfeksi Covid-19.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Ratusan warga Bangkalan meninggal dunia akibat Covid-19. Mereka meninggalkan anak-anaknya. Sedikitnya, terdapat 761 anak menjadi yatim dan piatu. Sedangkan, korban meninggal dunia akibat Covid-19 dari Maret 2020 hingga Agustus 2021 tercatat 671 warga. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo, Selasa (24/8/2021).

Menurutnya, rekapan atau rincian detail mengenai anak yatim maupun piatu atau yatim piatu belum ada. Namun yang jelas, kondisinya cukup bervariatif.  Yakni, ada yang ditinggal ayah, ibu maupun keduanya. “Datanya belum kami rekap, insyallah besok (hari ini red) untuk dikirim ke Dinas Sosial (Dinsos),” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, anak yang ditinggal meninggal oleh kedua orang tuanya akibat Covid-19 akan menjadi prioritas bantuan dari pemkab. Selain itu, keluarga miskin (gakin) juga menjadi prioritas. “Kalau sudah punya perusahaan, masak diberikan bantuan. Untuk realisasinya nanti bekerja sama dengan Dinsos. Kami hanya memberikan datanya saja,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sampang Mohni mengatakan, realisasi bantuan akan menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik). Terdapat tiga macam bantuan yang akan diberikan. Pertama, bantuan biaya hidup, pendidikan dan kesehatan anak. Saat ini, masih mengelola tentang data status anak yatim dan piatu atau yatim piatu.

“Karena kami prioritaskan pada anak dengan status kedua orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Kami berikan bantuan, baik melalui pendidikan maupun biaya hidup akan kami siapkan,” responnya.

Pihaknya memaparkan, jenis bantuan yang akan diberikan tidak sama. Tergantung kondisi dan keuangan masing-masing anak tersebut. Bahkan, belum melakukan penghitungan anggaran yang akan disediakan untuk merealisasikan bantuan biaya hidup bagi anak korban Covid-19. Sebab, masih melakukan pedataan.

“Kami juga akan lihat keluarga si anak ini, karena kadang ada keluarganya yang tidak mau diberikan biaya hidup. Bahkan, untuk ketentuannya belum kami siapkan. Apakah sampai anak dewasa atau seperti apa belum kami pastikan, karena akan ada rapat lanjutan lagi. Ada batasan bantuan yang kami berikan, seperti umurnya. Soal pendidikan pasti kami akan berikan bantuan,” tandasnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *