PAD Sektor Wisata hanya Rp30 Juta, Pemkab Berencana Naikkan Retribusi Pengunjung

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MINIM PENDAPATAN: Sektor pariwisata hanya sumbang PAD Rp30 juta dari tiga tempat wisata di Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Dampak mewabahnya Covid-19 sangat terasa di sektor ekonomi. Semisal pendapatan asli daerah (PAD) Pamekasan dari sektor pariwisata mengalami penurunan cukup drastis. Sementara Pamekasan hanya memiliki tiga wisata penyumbang PAD secara rutin.

Tiga destinasi wisata milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tersebut yaitu Pantai Jumiang, Pantai Talang Siring, dan Wisata Mangrove di Desa Lembung. Diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Poni Indrayani, selama dua tahun masa wabah, tidak mencapai target PAD.

Bacaan Lainnya

Sementara target PAD dari setiap destinasi wisata yaitu Rp30 juta. Namun, PAD sejak Januari hingga Juli 2021 hanya mencapai Rp30.941.000. Jumlah tersebut hanya bersumber dari tiga tempat wisata melalui bagi hasil dengan pengelola wisata.

Penurunan yang cukup drastis itu dikarenakan penutupan tempat wisata yang cukup lama akibat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selain itu, jumlah  retribusi yang dianggap kecil juga mempengaruhi sulitnya mencapai target PAD. Tarif retribusi pengunjung yaitu Rp2 ribu.

Pihaknya berencana menaikkan tarif retribusi agar bisa mendorong tercapainya target PAD. Namun, menaikkan retribusi menurutnya memerlukan proses yang tidak mudah. Pihaknya mengaku perlu berkonsultasi dengan sejumlah pihak, termasuk dengan lembaga legislatif. Selain itu, diperlukan regulasi baru sebagai payung hukum.

“Tapi masih perlu dipertimbangkan, karena nanti juga perlu merevisi perbup,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam memaklumi rendahnya PAD karena faktor wabah Covid-19. Namun demikian, berdasar hasil pengamatannya, di daerah lain, wisata justru menjadi satu-satunya sektor paling tangguh dalam dalam hal pertumbuhan ekonomi selama wabah Covid-19.

Pihaknya mengaku tidak setuju dengan rencana menaikkan tarif retribusi selama fasilitas wisata belum ditingkatkan. Menurutnya, perlu penambahan spot hiburan yang mengejawantahkan ciri khas lokal Pamekasan jika ingin menaikkan tarif retribusi. Pihaknya khawatir, rendahnya PAD sektor wisata bukan hanya karena PPKM, melainkan karena rendahnya minat masyarakat.

“Masyarakat berani mahal asal spotnya bagus. Makanya pemerintah harus bekerjasama secara baik dengan pengelola wisata,” tukas Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (ali/mam)

Sumber PAD Pariwisata Pamekasan 2021

  • Pantai Jumiang : Rp11.105.400
  • Pantai Talang Siring : Rp14.760.000
  • Eduwisata Mangrove : Rp5.076.000

Total                                    : Rp30.941.000

Target                                 : Rp90.000.000

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *