Penggunaan Alkes Selama Wabah Tinggi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) PENGGUNAAN TINGGI: Penggunaan alat-alat kesehatan selama wabah Covid-19 naik drastis.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Penggunaan alat-alat kesehatan selama berkembangnya wabah Covid-19 di Pamekasan cukup besar. Terlebih lagi di pusat pelayanan kesehatan terutama rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart).

Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 RSUD SMart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat mengungkapkan, selama wabah Covid-19 melanda Pamekasan pihaknya telah memeriksa 4.694 spesimen melalui pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR).

Bacaan Lainnya

Dari total spesimen tersebut, sebanyak 4.597 spesimen sudah diperiksa, kemudian 97 spesimen belum diperiksa, 5 spesimen masih dalam proses pemeriksaan, dan 2.768 spesimen menghasilkan pemeriksaan negatif atau bersih dari Covid-19.

Selain itu, penggunaan alat kesehatan lainnya di RSUD SMart melonjak tinggi dibanding sebelum mewabahnya Covid-19. Bahkan, pihaknya bisa menghabiskan 815 pasang HC non steril setiap harinya dan 98 pasang cover shoe setiap harinya serta 82 pcs visor setiap hari.

Selain itu, penggunaan alkes juga terjadi pada CAP. Sebanyak 133 pcs CAP dihabiskan setiap hari. Salah satu alat kesehatan paling rutin digunakan yaitu masker. Penggunannya pun paling banyak, yaitu 673 pcs setiap hari.

Tidak hanya itu, penggunaan apron setiap hari di RSUD SMart mencapai 126 pcs. Penggunaan 95 yaitu sebanyak 41 pcs setiap hari. Penggunaan face shield sebanyak 11 pcs setiap hari. Goggles dihabiskan setiap hari sebanyak 2 pcs dan sepatu digunakan sebanyak 9 pasang setiap bulan. Serta hazmat sebanyak 126 pcs setiap hari.

Syiaful menjelaskan, selama wabah Covid-19 APD pada tenaga medis terdiri dari kacamata, masker, topi bedah, sarung tangan, dan jubah berbahan khusus yang dikenal dengan nama hazmat. Dalam memakai atau melepasnya tidak bisa sembarangan. Harus benar-benar sesuai dengan panduan agar tidak terjadi kecelakaan saat bekerja.

Tak hanya itu, perlengkapan APD juga tidak bisa digunakan berkali-kali, kecuali sepatu dan kacamata. Namun, dua alat tersebut harus dibersihkan sesuai prosedur setelah pemakaian. Sementara untuk hazmat, sarung tangan, masker dan penutup kepala, harus dibuang dan diganti yang baru setelah menangani pasien.

“Masker saja dianjurkan untuk segera mengganti jik sudah basah atau setelah dipakai selama 3-6 jam,” ungkapnya.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Wardatus Sarifah mengungkapkan, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pada gelombang berikutnya, perlu mengoptimalkan beberapa fasilitas kesehatan (faskes) sebagai penyangga dan alternatif jika rumah sakit rujukan penuh dengan pasien.

“Rumah sakit swasta juga diajak, bagaimana mereka juga ikut andil berkontribusi dalam penanganan pasien Covid-19,” jelas politisi Partai Nasdem itu. (ali/maf)

Pemeriksaan Spesimen selama Wabah
Jumlah Sudah Diperiksa Belum Diperiksa Dalam Proses Hasil Negatif
4.694 4.597 97 5 2.768

 

PENGGUNAAN ALKES
JENIS JUMLAH SATUAN PERIODE
HC NON STERIL 815 PASANG HARI
COVER SHOE 98 PASANG HARI
VISOR 82 PCS HARI
CAP 133 PCS HARI
MASKER 673 PCS HARI
APRON 126 PCS HARI
N95 41 PCS HARI
FACE SHIELD 11 PCS HARI
GOGGLES 2 PSC HARI
SEPATU 9 PASANG BULAN
HAZMAT 126 PCS HARI

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *