Difabel Ingin Perhatian Khusus Usai Divaksin

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) KUAT: Vaksin Sinofarm untuk difabel dan ODGJ di Bangkalan sulit direalisasikan lantaran kekhawatiran dampak setelah divaksin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Vaksin Sinofarm untuk difabel di Bangkalan masih sulit terealisasi. Vaksin hibah yang memang didatangkan langsung dari Arab Saudi itu diperuntukkan bagi disabilitas dan orang diduga gangguan jiwa (ODGJ). Tetapi dari 1.500 dosis vaksin yang disediakan, baru 24 yang terpakai.

Kepala Bidang Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Nunik menyampaikan, ODGJ dan penyandang disabilitas memang menjadi salah satu prioritas penerima vaksin.

Bacaan Lainnya

Sedangkan jenis vaksin yang diberikan adalah Sinofarm. Dalam penyuntikannya,  vaksin Sinofarm hanya diberikan untuk satu kali dosis. Tetapi untuk memaksimalkan perlindungan, maka jumlah 1.500 dibagi dua.

Tetapi berdasarkan upaya pelaksanaan vaksinasi yang sudah dilakukan, baru 24 dosis yang terpakai, untuk penyandang disabilitas. Sebab, banyak warga disabilitas yang masih sulit dan tidak mau divaksin.

“Masih banyak yang belum mau, jadi sulit memang kita meminta mereka,” terangnya.

Dinkes akan memaksimalkan lagi dengan pendekatan terlebih dahulu, agar bisa mencapai targetnya.

Sedangkan menurut salah satu penyandang disabilitas di Bangkalan, Muniroh, dirinya sebenarnya juga berkenan divaksin, asal setelah divaksin tetap diberikan perhatian.

“Saya mau asal memang nanti dijamin kebutuhannya jika terjadi sesuatu pada saya,” ungkapnya.

Menurut perempuan berusia 32 tahun itu, kebutuhan untuk vaksin diinginkan oleh semua pihak, tapi ketakutan setiap orang berbeda. Sehingga para tenaga kesehatan harus meyakninan para penyandang disabilitas.

“Setidaknya ini nanti bisa menguatkan mereka yang belum yakin,” ucap Muniroh. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *