Pembangunan Lima Gedung Sekolah di Bangkalan Molor

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SIDAK: Rombongan Komisi D DPRD Bangkalan bersama Dinas Pendidikan (Disdik) meninjau pembangunan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Lerpak Kecamatan Geger.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Perbaikan bangunan di lima Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Bangkalan tidak sesuai dengan surat perintah kerja (SPK) tertanggal 14 Juli 2021 kemarin. Pekerjaan tersebut baru dimulai bulan Agustus ini. Akibatnya, pembangunan lima sekolah molor. Keterlambatan realisasi dikarenakan sistem pencairan anggaran telat.

“Memang keterlambatan ini karena sistem saja. Awalnya deadline 31 Juli harus sudah kontrak. Jika tidak, anggaran akan kembali ke pusat,” ujar  Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Jufri Kora, Kamis (26/8/2021).

Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya pengembalian anggaran ke pusat, maka dilakukan perpanjangan kontrak dengan pihak rekanan hingga Agustus ini. Sedangkan, untuk sistem pencairan anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) harus melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Siap tidak siap, kami dengan kontraktor tetap terlambat pula transfer uangnya,” ucapnya.

Meski dengan keterlambatan pencairan yang menyebabkan pembangunan harus molor, pihaknya optimis bisa menyelesaikan pembangunan di lima SMPN tersebut. Sebab, batas waktu sesuai SPK selama 90 hari atau 3 bulan kerja. Apalagi, saat ini diperpanjang hingga 4 bulan atau 120 hari pengerjaan fisik.

“Jadi, pihak rekanan harus hati-hati dalam pengerjaannya. Tentu, harus sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB) yang ada. Kami sudah lakukan peninjauan di SMPN 3 Geger, hasilnya sudah dimulai pembangunannya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, pembangunan masih sekitar 5 persen atau masih sebatas persiapan. Apalagi, proses revitalisasi sekolah tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Sehingga, jika ada persoalan berupa pengembalian uang sesuai petunjuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) instansinya tidak dianggap melakukan pembiaran.

“Insyallah, inspeksi mendadak (sidak) tidak hanya ke SMPN 3 Geger, nantinya semua sekolah akan kami pantau langsung secara bertahap,” responnya usai meninjau realisasi pembangunan fisik sekolah.

Selain memantau,  pihaknya juga menemui Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 3 Geger beserta staf dan guru untuk memberikan pemahaman mengenai pembangunan yang bersifat swakelola. Intinya, sekolah diminta turut ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan. “Di SMPN 3 Geger, tadi saya lihat hampir di semua bangunannya dibangun ulang. Karena merupakan revitalisasi, yang rusak harus dibongkar dan yang masih bagus harus dibiarkan,” tuturnya. (ina/ito)

Pembangunan Gedung di Lima SMPN

  • SMPN 1 Kamal
  • SMPN 1 Burneh
  • SMPN 3 Tanah Merah
  • SMPN 3 Kokop
  • SMPN 3 Geger
  • Sumber anggaran DAK pusat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *