Ratusan Tanah Wakaf di Sumenep Tidak Bersertifikat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) SEGERAKAN: Sekitar 504 tanah wakaf di Sumenep belum bersertifikat.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Sebanyak 504 tanah wakaf di Sumenep belum bersertifikat. Kondisi tersebut menjadi perhatian sejumlah pihak terutama Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep. Keberadaan tanah wakaf diminta segera disertifikat. Sebab apabila tetap dibiarkan dikhawatirkan menjadi sengketa di kemudian hari.

Penyelenggara Zakat Wakaf (Zawa) Kemenag Sumenep Zainurrosi mengaku masih banyak tanah wakaf yang belum bersertifikat. Tanah wakaf yang belum bersertifikat tersebut seperti masjid, majelis taklim, madrasah, dan tanah kuburan.

Bacaan Lainnya

“Meskipun masih ada ratusan bidang tanah wakaf yang belum bersertifikat, namun kami akan membantu mengurus sertifikat,” katanya, Kamis (26/08/2020)

Dijelaskannya, ratusan bidang tanah wakaf saat ini sebagian sudah difungsikan sebagai tempat ibadah baik masjid, musala, lembaga pendidikan dan tempat layanan kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan sertifikat.

“Tidak cepat bersertifikat di antaranya adalah faktor dana, lamanya proses pengurusan dan proses persetujuan dari pemberi wakaf,” ucap dia.

Semua proses sertifikat tanah wakaf melalui kantor urusan agama (KUA) di masing-masing kecamatan. Apabila nantinya sudah diurus akan mendapatkan akta ikrar wakaf (AIW), setelah itu diajukan pada Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kebijakan sertifikasi tanah wakaf didasarkan pada angka tanah wakaf yang terus berkembang setiap tahun,” ucap dia.

Tanah wakaf berdasarkan Undang-Undang wakaf 41 Tahun 2004. Ditegaskannya, apabila dibiarkan, kondisi itu bisa berpotensi menimbulkan konflik. Sebab, sudah banyak terjadi konflik antara wakif (pemberi wakaf) dan ahli waris.

“Biasanya ahli waris yang tidak setuju tanah tersebut dijadikan wakaf dan meluas sampai pada sengketa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala KUA Kota Sumenep Moh. Afif mengatakan, saat ini terus mengupayakan agar tanah-tanah wakaf dimaksud bisa segera memiliki sertifikat yang sah. Sertifikat diperlukan agar tanah wakaf tersebut tidak masuk dalam lahan komersial dan bermasalah di kemudian hari.

“Saat ini di KUA Kota ada sebanyak 37 yang akan diajukan ke BPN,” ucap pria yang akrab disapa H.Afif itu. (imd/mam)

Tanah wakaf yang belum bersertifikat di masing-masing KUA.

  1. Kota = 37
    2. Kalianget =12
    3. Batuan = 4
    4. Gapura = 25
    5. Pragaan = 20
    6. Giligenting=5
    7. Ambunten = 14
    8. Saronggi 20
    9. Ganding = 13
    10. Gayam = 25
    11. Kangayan = 10
    12. Arjasa = 30
    13. Raas = 9
    14 Batang-Batang = 19
    15. Bluto = 52
    16. Lenteng = 20
    17. Guluk2 = 15
    18. Talango = 42
    19. Batu Putih = 17
    20. Rubaru = 23
    21. Masalembu = 27
    22. Dungkek=29
    23. Manding = 10
    24. Pasongsongan=9
    25. Sapeken = 10
    26. Nonggunong = 3
    27. Dasuk= 4
    Jumlah= 504
    SUMBER: Data Kementerian Agama Sumenep

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *