Enam Bulan Sibuk Operasi, Petugas Satpol PP Sampang Tidak Dibayar, Diduga Ditilap Oknum

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JANGGAL: Sejak bulan April 2021 anggota Satpol PP tidak menerima honor untuk kegiatan  pengawasan dan penanganan Covid-19.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Sejak Maret 2021, petugas Satpol PP Sampang yang menjadi bagian dari tim pengawasan penanganan Covid-19, ternyata belum menerima bayaran. Diduga uang honor untuk mereka sengaja ditilap oleh orang yang juga oknum petugas penegak peraturan daerah (perda) tersebut.

Sementara tidak mendapat honor, banyak kegiatan terus dilakukan, baik pengawasan untuk Covid-19 maupun penanganan. Kegiatan penanganan itu seperti operasi yustisi, penyekatan dan semacamnya.  Dua kegiatan itu dilakukan bersamaan dengan tim dari institusi lain.

Bacaan Lainnya

“Sejak bulan Maret kami sudah tidak menerima bayaran. Tidak satupun anggota yang dilibatkan ke lapangan sudah terima honor,” ungkap salah satu anggota Satpol PP yang menolak namanya dikorankan.

Namun, anggota Satpol PP yang melaksanakan tugas tidak pernah menerima upah. Kondisi tersebut terjadi hingga bulan Agustus 2021.

“Kami kan bersama dengan kepolisian dan lembaga lainnya. Polisi sudah dibayar honornya. Sementara kami, dari Satpol PP tidak pernah dibayar, ” terangnya.

Setahu dia, dana khusus honor tim dari Satpol PP sudah cair dua kali. Pencairan pertama sebesar Rp40 juta dan Rp 90 juta di pencairan kedua.

Selain dimanipulasi oknum, dokumentasi hingga pelaporan penggunaan anggaran diduga dipalsukan.

“Tidak ada bentuk transparansi. Jadi kami disuruh bekerja tapi tidak dibayar. Sejak bulan Maret hingga bulan Agustus 2021. Kabidnya adalah pak Taufik, ” ucapnya.

Kondisi itu dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Sampang, A. Taufiq. Disampaikan bahwa honor petugas itu  sebesar Rp300 ribu per orang. Dia berdalih bukan tidak mau dibayar, tapi anggaran dari BPPKAD Sampang tidak cair.

“Pasti akan dibayar, tapi pengajuan kami baru cair. Pengajuan yang dilakukan sejak bulan April 2021 belum berhasil, ” ungkap Taufiq.

Honor tersebut seharusnya dibayar setiap bulan.Sementara soal adanya dugaan pencairan sebesar Rp40 juta dan Rp90 juta, pihaknya mengelak dan menyatakan kabar itu tidak benar. (man/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *