Realisasi PB RTLH Rp1,5 M di Sampang Terganjal SPK

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) MOLOR: Program pembangunan baru (PB) rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Sampang tidak bisa direalisasikan akibat administrasi belum lengkap.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Realisasi program rumah tidak layak huni (RTLH) belum bisa dikerjakan dalam waktu dekat ini. Sebab, belum ada surat perintah kerja (SPK) tentang pelaksanaan program tersebut. Sehingga, penerima program RTLH dengan jenis pembangunan baru (PB) harus bersabar menunggu proses administrasi tentang perealisasiannya.

Sedangkan, untuk tahun ini terdapat 51 RTLH yang tersebar di sejumlah kecamatan. Program dengan sumber anggaran dari dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp1,5 miliar ini terancam tidak terlaksana tahun ini. Sebab, menjelang tutup tahun anggaran yang hanya tersisa empat bulan kedepan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang Moh. Zis melalui Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Pertanahan DPRKP Sampang Abdul Rokib mengatakan, untuk kepastian realisasi RTLH menunggu turunnya SPK. Sehingga, untuk saat ini belum bisa memastikan realisasi bantuan untuk warga kurang mampu tersebut bisa digelar.

“Selama SPK-nya belum turun, tentu kami tidak bisa memastikan kapan realisasinya. Tapi kami harap, dalam waktu dekat sudah turun,” ujarnya, Minggu (29/8/2021).

Menurutnya, secara pengerjaan teknis realisasi RTLH yang bersumber dari DAU tidak sama dengan realisasi yang bersumber dari DAK.  Sebab, RTLH anggaran DAU dilaksanakan secara kontraktual. Saat ini, untuk semua teknis sudah dilaksanakan tinggal menunggu kepastian realisasi di lapangan.

“Untuk setiap rumah penerima PB RTLH itu dianggarkan Rp30 juta, peruntukannya Rp24,7 juta untuk pengadaan bahan-bahan bangunan, sementara Rp5,2 juta khusus bayar upah pekerja. Dari jumlah 51 PB RTLH ini, lima diantaranya dialokasikan kepada TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD), termasuk pengerjaannya sudah selesai, karena bantuan itu sudah kewenangan dari Kodim,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan, program RTLH bersumber dari DAU menyasar 51 penerima yang tersebar di tujuh kecamatan yang sudah terverifikasi. Masing-masing, dua desa di Kecamatan Tambelangan, satu desa di Kecamatan Omben, satu desa di Kecamatan Karang Penang, satu desa di Kecamatan Kedungdung, satu desa di Kecamatan Torjun, tiga desa di Kecamatan Sreseh dan satu desa di Kecamatan Robatal. (sub/ito)

Sumber Anggaran dan Teknis Pekerjaan RTLH

  • DAU
    • Dilaksanakan secara kontraktual
    • Setiap penerima PB Rp30 juta
      • Rp24,7 juta belanja bahan bangunan
      • Rp5,2 juta biaya pekerja
    • DAK
      • Dilaksanakan melalui penunjukan langsung (PL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *