Realisasi Alsintan di Bangkalan Ditengarai Tidak Tepat Sasaran

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) JANGGAL: Kelompok petani (poktan) penerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) di Bangkalan bukan poktan binaan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Bantuan puluhan alat mesin kesehatan (alsintan) yang sebelumnya pernah diberikan secara simbolik kepada kelompok pertanian (poktan), disinyalir kurang tepat sasaran. Para penerima bukan merupakan poktan binaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun). Melainkan, diduga penunjukan langsung oleh pihak tertentu.

Salah satu Ketua Poktan asal Kecamatan Burneh Bangkalan Salman Alfarisi mengatakan, poktan yang ada di Kecamatan Burneh lebih sedikit  memperoleh bantuan alsintan. Bahkan, kadang bantuan tidak tepat dan diberikan pada oknum tertentu. “Saya dan beberapa kelompok yang saya tahu ini tidak mendapatkan bantuan,” kesalnya, Minggu (29/8/2021).

Bacaan Lainnya

Padahal, hampir semua poktan sudah lama mengajukan permintaan bantuan hand traktor roda dua dan mesin combine harvester untuk panen padi. Namun, faktanya tahun 2021 malah tidak ada bantuan. “Kami mengajukan ke dinas 2018 lalu, tapi katanya tidak ada terus,” paparnya.

“Salah satu alasan dinas tidak bisa melakukan pengadaan dan pembelian alsintan, lantaran dana direfocusing dan pandemi belum kunjung selesai. Katanya tidak ada dananya, makanya belum biasa melakukan pengadaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pestisida dan Alsintan Dispertahortbun Bangkalan Agung Rudiyanto membenarkan, bahwa dinas tidak tahu persis mengenai penerima bantuan tersebut. Sebab, instansinya hanya sebagai penyalur dan menyeleksi administrasi berkas yang harus dilengkapi. “Kami hanya tahu kalau penerimanya ini sudah dipilih sebelumnya,” responnya.

Diakui, sudah menyiapkan berkas poktan yang seharusnya lebih layak mendapatkan. Sebab, sudah lama mengajukan dan sudah diverifikasi sebelumnya. Disinggung mengenai penerima alsintan dengan tebusan, pihaknya enggan merespon dengan dalih tidak memiliki kewenangan.

“Kami punya cukup banyak poktan yang memang mengajukan dan membutuhkan, tapi tidak dapat/ Saya tidak tahu persis, hanya mendengar informasi saja, karena itu memang bukan wewenang kami,” tegasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *