Sewa TPA, DLH Bangkalan Habiskan Anggaran Hingga Setengah Miliar Lebih

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pasca dilarangnya pembuangan sampah akhir di Desa Buluh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan awal tahun 2020 lalu. Hingga saat ini, pemkab belum juga memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) yang permanen. Sementara waktu, masih memanfaatkan TPA di Desa Bunajih Kecamatan Labang dengan sistem sewa setiap bulan.

Bahkan, tidak tanggung-tanggung biaya sewa yang harus dikeluarkan setiap bulan mencapai Rp30 juta dengan kontrak sewa selama dua tahun. Hanya saja, saat ini kontrak tersebut akan habis pada bulan Maret 2022 nanti. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan Anang Yulianto, Selasa (31/8/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, salah satu dasar masih menyewa TPA akibat pengadaan belum rampung. Jika selama dua tahun, maka anggaran yang harus keluar mencapai Rp720 juta. Namun, sewa tersebut harus dilakukan. Sebab, tidak ada pilihan lain sebelum pengadaan TPA permanen selesai dibangung. “Kami mulai sewa Maret tahun 2020, habisnya tahun depan. Sekarang sudah satu tahun lebih, kontrak hanya dua tahun sebelum saya menjabat sebagai kepala dinas,” ujarnya.

Jika nanti masa kontrak TPA sementara habis, alternatif yang akan dilakukan membuat tempat pembuangan sementara terpadu (TPST). Rencana pembangunannya, akan ditempatkan di TPA lama. Yakni, di Desa Buluh mengingat TPA tidak memenuhi syarat. “Target kami, pengadaan TPA baru. Tapi sementara kami buatkan TPST dulu sampai proses TPA baru selesai,” jelasnya.

Agar tidak menimbulkan permasalahan berupa penolakan warga, seperti kejadian sebelumnya di TPA Buluh. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepala desa (kades) setempat dan tokoh masyarakat (tomas). Hasil koordinasinya, membuahkan kesepakatan untuk revitalisasi TPA Buluh menjadi TPST. Masyarakat meminta komitmen dari DLH atas pengolahan sampah tersebut.

“Tata kelola tidak jauh berbeda dengan tempat pengolahan sampah reuse, reduce dan recycle (TPS3R), hanya kapasitasnya lebih besar saja. Kemungkinan membutuhkan alat bantu mesin yang lebih besar. Disana bisa menampung kurang lebih 100 ton sampah per hari,” tuturnya.

Saat ini, revitalisasi TPA Buluh menjadi TPST sudah masuk tahap pembangunan Gedung Pengelolaan Sampah. Pembangunan itu, sudah dimulai sejak awal Agustus dengan target finishing bulan Oktober. Sehingga, tahun depan saat kontrak dengan TPA sementara habis bisa langsung pindah ke TPST Buluh.

Sedangkan, sumber daya manusia (SDM) untuk melakukan pengelolaan di TPST akan menggandeng pihak ketiga. Diutamakan, merekrut warga sekitar Desa Buluh untuk membantu pengerjaan pengelolaan sampah. Pihak ketiga, hanya menyediakan peralatan dan teknologi serta manajemennya. Sedangkan pengerjaan pengelolaan sampah dibantu masyarakat desa Buluh yang akan direkrut.

“Pembangunan gedung pengelolaan TPST sudah kami sediakan sebesar Rp2,1 miliar. Peralatan dan lainnya belum kami hitung, karena itu akan disediakan pihak ketiga. Pihak ketiganya ini dari mana, masih belum kami carikan. Bertahap nanti. Mudah-mudahan dengan segala tahapan, nantinya Bangkalan memiliki pengelolaan sampah yang baru,” harapnya.  (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *